lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

ALLAH sisipkan kebahagian di setiap detik

birth-coloring-pages-11

Pagi itu…seperti biasa…Laila jalani rutinitas.

Karena banyak hal yang harus dilakukan, maka pesan wa di pagi hari tidak terbaca.

Tiba2 mama telp dan meminta tuk membaca wa.

Terbesit di hati, pasti ada yang penting. Dengan sigap ku buka aplikasi wa. Allahu akbar….tak menduga isi wa dari mama, berdegup kencang jantungku ketika membacanya.

Seiring waktu, alhamdulillah diri ini sudah bisa menata hati.

Kubalas pesan mama “alhamdulillah…iya ma mau..”

Segera ku forward pesan mama ke masku. Lalu kutambahkan pesan dariku “alhamdulillah mas…masku ridho atau tidak ?” Pesanku pun dibalas “insyaALLAH ridho. iya sayang, sabar dulu yaa. kita jg hrs hati2. Klo memang rejeki kita tdk akan kemana.”

Tak terasa air mata membasahi pipi. Alhamdulillah ya ALLAH….Engkau dengarkan doa2 kami.

Dalam sekejab banyak halnyang terlintas dalam pikiranku.

Bahagia menghiasi pikiranku, namun hati seolah mendewasa karena waktu dan mengendalikan pikiran2ku tersebut. Hatiku berkata “serahkan pada ALLAH la..insyaALLAH jika semua baik, maka ALLAH akan mudahkan segalanya. Jika ada yang tidak baik, setidaknya bersyukurlah karena detik ini ALLAH telah sisipkan kebahagiaan.”

Tak henti hati ini berdzikir. Walaupun pikiran2 sesekali terlintas.

Jika hal ini terjadi beberapa bulan atau beberapa tahun lalu, aku yakin…aku tak akan setenang ini menghadapi kebahagiaan ini. Pasti aku akan cepat2 bercerita ke sahabat atau saudara. Namun hal ini terjadi di hari ini. Hanya masku yang menjadi teman berbagi cerita pertama kali. Selain posisinya sebagai suami, namun ternyata memang lebih banyak hikmahnya jika segala hal tentang diri kita hanya kepada suamilah tempat berbagi.

Jujur….dalam percakapan wa kami pun sempat terlibat kk2 perempuanku. Kami membahas tentang air susu kk2 perempuanku yang dapat menjadikanku mahram dengan dirinya.

Iya….mahram…itu yang kami pikirkan pertama kali, ketika mamaku memberikan kabar melalui wa. “Ada bayi laki2 usia 2 hari yang ditinggal ibunya. Kamu mau ga ?”

Singkat isi wa mamaku. Namun ternyata mampu menguras pikiranku. Bahagia, senang, tak sabar, dan takut..

Bahagia….alhamdulillah akhirnya ALLAH dengar doa kami tuk mendapatkan keturunan, walaupun itu bukan dari rahimku dan alhamdulillah suamiku ridho akan hal ini.

Senang..karena mama berikan kabar bahwa bayi tersebut laki2 yang insyaALLAH dapat menjadi mahramku dengan air susu kk2 perempuanku. Maka seumur hidupku aku tak perlu takut dosa menyentuhnya krn kami sudah mahram.

Tak sabar..karena ingin secepat2nya bertemu dengan bayi laki2 tersebut. Banyak rencana dan amanah yang harus aku lakukan tuj bayi tersebut. Semua terlintas dalam pikiranku. Mulai dari minta pendapat ahli agama tentang akte kelahirannya agar tak dosa dunia akhirat, apakah boleh menasabkan nama kami karena ibu si bayi tak ada, apalagi ayah di bayi. Memikirkan kapan waktu yang tepat tuk memberi asi kk2 perempuanku pada sibayi. Memikirkan kapan sebaiknya proses akiqahnya dilakukan, apakah secepatnya atau menunggu kabar sampai ayah ibu si bayi mencari2 dirinya. Dan pikiran2 lainnya. Tak dipungkiri juga, hal2 kecil lainnya seperti bajunya, mainannya, dan perlengkapan2 lainnya. MasyaALLAH….seolah2 pikiranku sudah melangkahi waktu yang belum terjadi.

Takut…..iya aku takut….di balik semua ini akan ada suatu hal yang tidak diharapkan yang insyaALLAH ada hikmahnya, namun sebagai manusia biasa, aku takut tuk merasakannya. Seperti kondisi fisik bayi yang tidak sehat sempurna, ibu bayi kembali datang menjemput, atau bahkan yang tak kuharapkan ternyata akuntak berjodoh dengan bayi laki2 tersebut. Astaghfirullah…tak henti2nya aku beristighfar dan berdzikir tuk menenangkan ketakutan2ku. Dan insyaALLAH aku berserah diri kepada ALLAH dan ikhlaskan apapun yang terbaik yang ALLAH berikan pada kami.

Masku tak henti2nya memberikan nasehat jika hal ini benar rejeki kami ataupun jika hal ini belum menjadi rejeki kami.

Alhamdulillah…aku bersyukur akan hari ini. Karena hari ini…aku dapat mengetahui isi hati suamiku..karena hari ini…aku dapat mengenal suamiku lebih dalam.

Qadarullah…….iya semua atas kehendak ALLAH..

kami tak berjodoh dengan bayi laki2 tersebut. Iya…sekali lagi laila sampaikan…kami tak berjodoh dengan bayi laiki2 tersebut.

Bukan karena faktor dari bayi atau ibu bayi. Bukan pula karena dari faktor diriku, masku, dan mamaku yang menolak bayi laki2 tersebut.

Kami tak berjodoh karena memang bayi laki2 tersebut tak ada. Iya tak ada. Bayi laki2 ini hanyalah cerita fiksi dari seorang munafiqun, seseorang yang tak bisa dipegang ucapannya. Seseorang yang ketika mamaku tagih janjinya untuk membayar hutang tetapi malah membuat cerita fiksi ini.

Inna lillahi…astaghfirullah..entah apa yang ada dalam pikiran dirinya itu.

Mengapa dirinya tak mempertimbangkan hati mamaku, diriku, dan suamiku.

Entahlah…aku pun tak bisa berbuat apa2, karena insyaALLAH semua ini terjadi atas kehendak ALLAH.

Alhamdulillah…ALLAH telah sisipkan kebahagian di setiap detik di hari tersebut.

Terima kasih mama..karena telah mengingat kami di setiap doa2 dan hari2 yang mama lalui.

 

Tinggalkan komentar »

Semangat Pagi Ku

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?

PhotoGrid_1489626164569

Alhamdulillah…sejak awal nikah..di sms..dan sampai detik ini di wa..tak berubah, selalu itu kata2 pembuka hari kami.

Jadi ingat, pertama kali belajar bahasa arab dg masku Agung Nugroho, di atas mobil berduaan sambil silaturahim ke rumah kerabat karena sudah membantu acara kami.
“mas, kalau I love you bahasa arabnya apa ?”
Dijawablah “uhibbuki fillah”
“Oo kalau begitu, uhibbuki fillah masku”
Eeehh….malah diketawain.
“Lho….emang ada yg salah lafalnya mas ? Kok ketawa ?” Dengan wajah bingung, krn perasaan ga ada satu huruf pun yang salah aku ucapkan, semuanya persis yg diucapkan masku.
“Hehe….mas laki2 yang..”
“Iya trus aku salah apa ?”
“Kalau mau bilang ke ayang maka uhibbuki fillah, karena perempuan. Tp kalau mau bilang ke mas maka uhibbuka fillah, karena laki2”
“Oooo…kayak jazakallah dan jazakillah ya”
“Nah itu pinter, tau dari mana ? Emang les bahasa arab ?”
“Les…cuma 1x pertemuan di al manar, hehe….aku tau dari artikel2 di facebook mas”
“Serius, pernah di al manar ? Rawamangun ? Kapan ?”
“Ih mas kok tau, al manar rawamangun. Ooo mas dulu di sana ? Kalau aku cuma 1x pertemuan..hehe abis itu hilang akunya..hehe..kalai aku ga hilang, kita bisa ketemu di sana ya mas, ting…ting…ting….” sambil melirik2… 😉
“Ga ah……nanti kalau ketemu di sana, ga jadi ketemuan di KUA”

Barakallahu fii kum..alhamdulillah..jazakallah khairan masku..

Foto ini tak ada maksud apapun. Tak ada maksud memamerkan apapun dalam postingan ini.
Namun jika ada yang baik, silahkan diambil.
Tanpa disadari….pujian dan rasa sayang yang diungkapkan, walaupun itu setiap hari, walaupun itu sudah basi karena bukan pengantin baru lagi, walaupun itu terkesan seperti abg, dan walaupun isinya itu2 aja setiap hari ☺

Tp justru sebenarnya itu perlu…karena rasa cinta itu akan hilang jika tidak dipupuk setiap hari. Karena semua pujian dan rasa sayang itu mampu menjadi obat mukjizat tuk menjalani semua rutinitas duniawi ini. Dan suami istri lah yang harus selalu sabar memupuk semua itu.

Dengan semua kekurangan kami dalam berumah tangga, insyaALLAH ini akan menjadi amunisi kami tuk menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin allahumma aamiin..

Tinggalkan komentar »

Rezeki tidak akan tertukar

images

 

images

Rezeki tak mungkin tertukar, Allah pasti membagi rezeki dengan adil.

Iya….rezeki sudah diatur oleh ALLAH.

Anak juga merupakan rezeki. Rezeki yang saat ini kami nantikan, mulai dari ikhtiar sekuat tenaga sampai dengan tenaga yang tertatih-tatih.

 

Hari ini….iya hari ini….aku mendapat kabar duka dan bahagia. Namun keduanya membuatku menangis.

Kabar pertama, kk sepupuku yang melahirkan prematur, harus ikhlas ditinggalkan putranya yang baru berusia 2 hari untuk selama-lamanya. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Aku menangis…ya ALLAH…semua ketentuan-MU tak terduga..

Kabar kedua, ku dapat dari whatsapp. Seorang sahabat seperjuanganku untuk program kehamilan. Secara tiba2 pesannya masuk ke hp ku, bukan pesannya yang pertama kali kubaca, melainkan foto profilnya, suaminya menggendong bayi mungil. Dalam pesan itu dirinya menyapaku, aku balas dengan ramah dan langsung bertanya “btw suami gendong siapa ? Apakah anak **** ?” Ternyata, firasat ku sangat kuat. Pertanyaanku menjadi pembuka percakapan. Sahabatku segera bilang “iya mba laila..alhamdulillah..aku mau curhat bla bla”. Panjang lebar ia ceritakan. ALLAH memberikannya seorang bayi kecil yang berusia hitungan hari yang lahir dari rahim seorang ibu yang mengikhlaskan anaknya untuk diasuh oleh sahabatku. Sahabatku tak menyangka semua ini, karena bayi itu hadir dangan tiba2 di depan rumahnya melalui perantara kerabatnya. Hatiku tersentak..ada rasa bahagia, alhamdulillah sahabatku mendapatkan berkah dari ALLAH. Namun aku juga tak bisa bohong, ada hati yang teriris..berkurang lagi satu orang teman seperjuanganku dalam menanti kehamilan. Dan bahkan terbesit rasa cemburu, “seandainya aku yang mengalami hal tersebut”.

Namun ketika teringat pemikiran “seandainya” itu, hatiku pun tersentak beristighfar, astaghfirullah, jika “seandainya” juga ku berlakukan pada kejadian kk sepupuku..na’udzubillah..aku menangis…aku tak sanggup melanjutkan pemikiran “seandainya bayiku yang meninggal dunia”. Na’udzubillah..

Astaghfirullah..ENGKAU lah sebaik2nya penentu qada dan qadar kami. Aku tak sanggup berpikir”seandainya”. Itulah mengapa “seandainya” adalah ucapan terburuk dan disenangi syaitan..astaghfirullah..tak henti2nya aku istighfar.

Dengan kondisi hati yang tidak menentu ini, aku sapa masku melalui wa. Ku ceritakan kisah sahabatku, dengan ku forward seluruh isi chatnya agar ku tak menambah atau mengurangi curhatan sahabatku. MasyaALLAH…betapa hebatnya suamiku. Aku tersentak dengan isi chatnya

[26/9 13:08] . Masku : Iya sayangku, mari lanjutkan terus berdo’a kepada Allah 👍☺
[26/9 13:32] La!La : Iya masku..insyaALLAH semua sudah yang terbaik dari ALLAH

Menjelang sore, hatiku masih tak tenang, lagi2 ku sapa masku..
[26/9 15:36] La!La : masku, aku lagi galau..linglung
[26/9 15:36] La!La: Sepertinya kabar **** membuat aku ga konsentrasi
[26/9 15:37] . Masku : Banyak berdzikir ya sayangku
[26/9 15:37] . Masku : 😘😘😘😘😘😘😘😘
[26/9 15:37] . Masku : Rejeki tdk akan tertukar

MasyaALLAH…REZEKI TIDAK AKAN TERTUKAR. Tersentak hatiku. Ku cari berbagai artikel tentang REZEKI TIDAK AKAN TERTUKAR melalui situs pencari di internet. Kubaca. Ku resapi. Dan akhirnya ku kutip.

Ya…ku kutip firman ALLAH dalam Al-Qur’an, diantaranya :

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Isra’: 30)

ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba NYA. Ya..benar…jadi buat apa aku harus merasakan kesedihan, ketakutan, cemburu, linglung, risau, dan semua perasaan negatif lainnya. Hari ini aku sudah membuktikan, firman ALLAH ini telah terjadi pada sahabatku dan kk sepupu ku. ALLLAH sedang melapangkan dan menyempitkan rezeki mereka. Maka aku juga yakin, ALLAH pun saat ini juga sedang melapangkan dan menyempitkan rezeki ku.

Rezeki ALLAH itu luas. Jadi berhentilah menguras tenaga mu, laila. Berserah dirilah kepada ALLAH untuk mengatur rezekimu. Hatiku tak henti2nya meyakinkan diriku.

Iya..insyaALLAH..hamba yakin ya ALLAH. Hamba berserah diri tuk semua rezeki dari MU.

 

Hamasah…..semangat….ganbatte….ayo Laila……pasti bisa….jangan ragu…ALLAH sudah mengatur rezekimu.

 

😊😊😊😊😊😊

Salam senyum dari Laila dan masku

photogrid_1474883068706

4 Komentar »

160816

photogrid_1471330199432

خَـيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْاآنَ وَعَلَّمَهُ

”Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

Belajar al quran dan islam sambil mendokumentasikan hasil jepretan sendiri ☺
InsyaALLAH istiqomah dan bermanfaat.

Tinggalkan komentar »

Cinta kami saat ini

PhotoGrid_1470233882295

Cinta kami saat ini adalah keberkahan dari-Mu ya ALLAH.

Atas ridho-Mu semua kami lalui.

Pasang surut silih berganti di hari-hari kami.

Tawa dan sendu menghiasi wajah kami.

Doa dan dzikir terlisan di bibir dan hati kami.

Namun…maafkan kami ya ALLAH jika kami sempat terpuruk, maafkan kami ya ALLAH jika kami sempat tertatih.

5 tahun sudah kami menjadi satu.

Semula dipersatukan karena janji pernikahan.

Lalu perlahan kami menyadari bahwa semua ini adalah ibadah kami kepada-Mu ya ALLAH.

Dan akhirnya kami pun menikmati bahwa semuanyang terjadi pada kami adalah ridho-Mu ya ALLAH.

InsyaALLAH..cinta kami saat ini karena ridho-Mu.

Aamiin.


Setiap wanita yang sudah menikah (pada kodratnya) menantikan kehamilan.

Begitu juga dengan laila. Bahkan masku, sudah mempersiapkan biaya persalinan untuk calon istrinya yang belum ia kenal dan belum ia nikahi itu.

Manusia boleh berencana, namun ALLAH yang berkehendak. Akhirnya biaya persalinan tersebut, kami pakai untuk biaya laparoskopi ketika diriku divonis kista endometriosis.

Ketika diri bersemangat program kehamilan, dokter pun kami jadikan agenda rutin. Tak terhitung dana, waktu, dan tenaga yang sudah kami investasikan di Rumah Sakit.

Ketika semangat masih membara namun diri tertatih mengiringinya, alternatif pun menjadi solusi pembakar jiwa.

Pasang surut kami lalui. Hingga saat ini, kami masih harus melaluinya.

Alhamdulillah..ALLAH Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sesaat setelah berakhirnya inseminasi pertama dengan rasa sedih. ALLAH berikan kami pelangi. Alhamdulillah…ALLAH beri kami rejeki pekerjaan yang insyaALLAH semakin berkah.

Begitu juga saat inseminasi kedua tidak sesuai dengan harapan kami. Alhamdulillah ALLAH pun memberikan embun penyegar bagi kami. Alhamdulillah..diriku menuju gerbang penunjang karir yang insyaALLAH semakin memberkahi kami.

images

InsyaALLAH…kami belajar untuk semua ini.

Belajar ikhlas, sabar, dan tawakkal melalui setiap detik kehidupan ini.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Jadi…jangan ragu dan sesali apapun yang sudah kita lakukan. Karena niscaya semua yang kita lakukan tersebut adalah tiket untuk mendapatkan kemudahan2 yang tak pernah kita sangka2.

Uhibbuka fillah masku.

Jazakallah…sudah memilihku menjadi istrimu, sudah memberiku beribu-ribu kesempatan menjadi lebih baik dari hari ke hari, dan sudah menjadi motivator hidupku.

InsyaALLAH…ALLAH memberkahi kita..aamiin..

 

4 Komentar »

Bismillah..mohon doa tuk laila dan masku

Assalamu’alaikum..

Bismillah…melalui postingan singkat ini, laila mohon doa dari sahabat..

InsyaALLAH semua ikhtiar kami diberkahi ALLAH dan dimudahkan semua prosesnya..aamiin..

InsyaALLAH doa yang sama tuk semua sahabat laila..aamiin..

Wassalamu’alaikum

Screenshot_2016-06-30-05-42-59

—-berbagi ceritaku terbaru—–

Screenshot_2016-07-02-06-20-13

Setelah proses B-HCG yang menunjukkan hormon kehamilan. Kami sempat berdoa semua dimudahkan prosesnya oleh ALLAH.

Berkali2 suntik penguat kandungan. Kondisi tubuh yang memang terasa beda.

Qadarullah….akhirnya kami masih harus ikhtiar berjuang kehamilan lagi..

Haid pun hadir di penghujung bulan ramadhan.

Jazakillah..terima kasih..untuk semua doa sahabat2 laila..

InsyaALLAH kami masih membutuh doa sahabat.

Bismillah..mari kita berikhtiar lagi.

InsyaALLAH..kita semua akan diberkahi kehamilan oleh ALLAH..aamiin..

4 Komentar »

Ucapan Idul Fitri yang Sesuai Sunnah Rasulullah saw

FB_IMG_1467242345278Oleh : Penulis: Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Sehubungan dengan akan datangnya Idul Fitri, sering kita dengar tersebar ucapan:

“MOHON MAAF LAHIR & BATHIN ”.

Seolah-olah saat Idul Fitri hanya khusus untuk minta maaf.

Sungguh sebuah kekeliruan, karena Idul Fitri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan.

Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku dihari Idul Fitri…

Demikian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,, mengajarkan kita

Tidak ada satu ayat Qur’an ataupun suatu Hadits yang menunjukan keharusan mengucapkan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” disaat-saat Idul Fitri.

Satu lagi, saat Idul Fitri, yakni mengucapan :
“MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN”.

Arti dari ucapan tersebut adalah :
“Kita kembali dan meraih kemenangan”

KITA MAU KEMBALI KEMANA?
Apa pada ketaatan atau kemaksiatan?

Meraih kemenangan?
Kemenangan apa?

Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan?

Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yang mengucapkan
“ Minal ‘Aidin wal Faizin ”

Lantas diikuti dengan kalimat,
“ Mohon Maaf Lahir dan Batin ”.

Karena mungkin kita mengira artinya adalah kalimat selanjutnya.

Ini sungguh KELIRU luar biasa…

Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara-saudara seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara-negara lain….

PASTI PADA BINGUNG….

Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita HINDARI.

Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung oleh para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam , yaitu :

“TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM”
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).

Jadi lebih baik, ucapan / SMS /BBM / WA,, kita :

” Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqobbalallahu minna wa minkum ”
Barakallahu Fiikum

Kewajiban kita hanya men-syiar kan selebihnya kembalikan kepada masing-masing.. Krn kita tdk bisa memberi hidayah kpd orang lain hanya Allah lah yg bisa memberi hidayah kepada hamba NYA yg IA kehendaki

Tinggalkan komentar »

Laila……apa kabar ?

Assalamu’alaikum

 

Dear laila apa kabar ?

Sudah lama ga posting di blog ini ? Apalagi tentang jejak hidupmu. Padahal…..tahukah kamu, laila ?

Banyak orang yg searching dan ketemu blog kamu.

Banyak orang yg jd silent reader blog kamu.

Banyak orang yg menanti kelanjutan cerita2mu di langkah hidupmu.

Banyak orang yg menyambung silaturahim via email dan wa krn blog kamu.

Banyak orang yg menunggu kabar bahagia kesuksesan program hamilmu.

Banyak lagi banyak-banyak di hal lain yg intinya “trus sekarang bgmn kabarmu, laila ?”

 

Ya…….saya laila. Lailaberbagicerita adalah caraku mendokumentasikan segala perjuanganku dan ikhtiarku di dunia ini.

Akhir2 ini blog ku terfokus akan kisah ikhtiar kehamilanku.

Banyak komentar di topik ikhtiar kehamilanku. Baik yg aku setujui tuk tampil di blog maupun sebagian ada yg belum aku setujui atau bahkan aku hapus. Iya…..itu semua karena aku pun belum siap menjawab pertanyaan di komentar2 tsb. Atau karena aku sedih dengan komentar itu, jadi ya hapus saja jalan pintasnya. Maaf ya sahabat…..

 

Laila tetaplah laila. Seperti laila laila di luar sana. Yang terkadang semangat naik gunung dan terkadang turun gunung dengan meluncur. Yang terkadang santai hingga enjoy dengan hidup dan terkadang kocar kacir menjalankan amanah di dunia ini.

Jadi maafkan laila yg belum lagi berbagicerita.

Bisa jadi karena sadar belum mau berbagicerita atau tidak sadar tahu2 sekarang tahun 2016. Opps…….cepatnya jarum berputar. Bumi berevolusi.

 

Alhamdulillah laila baik. Alhamdulillah laila masih dan akan terus berjuang tuk ihktiar hamil. Alhamdulillah dan alhamdulillah.

Mohon maaf baru ini jawabanku. Doakan laila dan masku selalu ya. InsyaALLAH akan ada kabar baik di blog ini. InsyaALLAH….kami yakin..aamiin.

 

Wassalamu’alaikum

Laila

 

 

2 Komentar »

151115

photogrid_1447667841804

خَـيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْاآنَ وَعَلَّمَهُ

”Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

Belajar al quran dan islam sambil mendokumentasikan hasil jepretan sendiri ☺
InsyaALLAH istiqomah dan bermanfaat.

Tinggalkan komentar »

151115

photogrid_1447981974982

خَـيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْاآنَ وَعَلَّمَهُ

”Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

Belajar al quran dan islam sambil mendokumentasikan hasil jepretan sendiri ☺
InsyaALLAH istiqomah dan bermanfaat.

Tinggalkan komentar »