lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

ALLAH sisipkan kebahagian di setiap detik

pada Mei 23, 2017

birth-coloring-pages-11

Pagi itu…seperti biasa…Laila jalani rutinitas.

Karena banyak hal yang harus dilakukan, maka pesan wa di pagi hari tidak terbaca.

Tiba2 mama telp dan meminta tuk membaca wa.

Terbesit di hati, pasti ada yang penting. Dengan sigap ku buka aplikasi wa. Allahu akbar….tak menduga isi wa dari mama, berdegup kencang jantungku ketika membacanya.

Seiring waktu, alhamdulillah diri ini sudah bisa menata hati.

Kubalas pesan mama “alhamdulillah…iya ma mau..”

Segera ku forward pesan mama ke masku. Lalu kutambahkan pesan dariku “alhamdulillah mas…masku ridho atau tidak ?” Pesanku pun dibalas “insyaALLAH ridho. iya sayang, sabar dulu yaa. kita jg hrs hati2. Klo memang rejeki kita tdk akan kemana.”

Tak terasa air mata membasahi pipi. Alhamdulillah ya ALLAH….Engkau dengarkan doa2 kami.

Dalam sekejab banyak hal yang terlintas dalam pikiranku.

Bahagia menghiasi pikiranku, namun hati seolah mendewasa karena waktu dan mengendalikan pikiran2ku tersebut. Hatiku berkata “serahkan pada ALLAH la..insyaALLAH jika semua baik, maka ALLAH akan mudahkan segalanya. Jika ada yang tidak baik, setidaknya bersyukurlah karena detik ini ALLAH telah sisipkan kebahagiaan.”

Tak henti hati ini berdzikir. Walaupun pikiran2 sesekali terlintas.

Jika hal ini terjadi beberapa bulan atau beberapa tahun lalu, aku yakin…aku tak akan setenang ini menghadapi kebahagiaan ini. Pasti aku akan cepat2 bercerita ke sahabat atau saudara. Namun hal ini terjadi di hari ini. Hanya masku yang menjadi teman berbagi cerita pertama kali. Selain posisinya sebagai suami, namun ternyata memang lebih banyak hikmahnya jika segala hal tentang diri kita hanya kepada suamilah tempat berbagi.

Jujur….dalam percakapan wa kami pun sempat terlibat kk2 perempuanku. Kami membahas tentang air susu kk2 perempuanku yang dapat menjadikanku mahram dengan dirinya.

Iya….mahram…itu yang kami pikirkan pertama kali, ketika mamaku memberikan kabar melalui wa. “Ada bayi laki2 usia 2 hari yang ditinggal ibunya. Kamu mau ga ?”

Singkat isi wa mamaku. Namun ternyata mampu menguras pikiranku. Bahagia, senang, tak sabar, dan takut..

Bahagia….alhamdulillah akhirnya ALLAH dengar doa kami tuk mendapatkan keturunan, walaupun itu bukan dari rahimku dan alhamdulillah suamiku ridho akan hal ini.

Senang..karena mama berikan kabar bahwa bayi tersebut laki2 yang insyaALLAH dapat menjadi mahramku dengan air susu kk2 perempuanku. Maka seumur hidupku aku tak perlu takut dosa menyentuhnya krn kami sudah mahram.

Tak sabar..karena ingin secepat2nya bertemu dengan bayi laki2 tersebut. Banyak rencana dan amanah yang harus aku lakukan tuk bayi tersebut. Semua terlintas dalam pikiranku. Mulai dari minta pendapat ahli agama tentang akte kelahirannya agar tak dosa dunia akhirat, apakah boleh menasabkan nama kami karena ibu si bayi tak ada, apalagi ayah di bayi. Memikirkan kapan waktu yang tepat tuk memberi asi kk2 perempuanku pada si bayi. Memikirkan kapan sebaiknya proses aqiqahnya dilakukan, apakah secepatnya atau menunggu kabar sampai ayah ibu si bayi mencari2 dirinya. Dan pikiran2 lainnya. Tak dipungkiri juga, hal2 kecil lainnya seperti bajunya, mainannya, dan perlengkapan2 lainnya. MasyaALLAH….seolah2 pikiranku sudah melangkahi waktu yang belum terjadi.

Takut…..iya aku takut….di balik semua ini akan ada suatu hal yang tidak diharapkan yang insyaALLAH ada hikmahnya, namun sebagai manusia biasa, aku takut tuk merasakannya. Seperti kondisi fisik bayi yang tidak sehat sempurna, ibu bayi kembali datang menjemput, atau bahkan yang tak kuharapkan ternyata aku tak berjodoh dengan bayi laki2 tersebut. Astaghfirullah…tak henti2nya aku beristighfar dan berdzikir tuk menenangkan ketakutan2ku. Dan insyaALLAH aku berserah diri kepada ALLAH dan ikhlaskan apapun yang terbaik yang ALLAH berikan pada kami.

Masku tak henti2nya memberikan nasehat jika hal ini benar rejeki kami ataupun jika hal ini belum menjadi rejeki kami.

Alhamdulillah…aku bersyukur akan hari ini. Karena hari ini…aku dapat mengetahui isi hati suamiku..karena hari ini…aku dapat mengenal suamiku lebih dalam.

Qadarullah…….iya semua atas kehendak ALLAH..

kami tak berjodoh dengan bayi laki2 tersebut. Iya…sekali lagi laila sampaikan…kami tak berjodoh dengan bayi laki2 tersebut.

Bukan karena faktor dari bayi atau ibu bayi. Bukan pula karena dari faktor diriku, masku, dan mamaku yang menolak bayi laki2 tersebut.

Kami tak berjodoh karena memang bayi laki2 tersebut tak ada. Iya tak ada. Bayi laki2 ini hanyalah cerita fiksi dari seorang munafiqun, seseorang yang tak bisa dipegang ucapannya. Seseorang yang ketika mamaku tagih janjinya untuk membayar hutang tetapi malah membuat cerita fiksi ini.

Inna lillahi…astaghfirullah..entah apa yang ada dalam pikiran dirinya itu.

Mengapa dirinya tak mempertimbangkan hati mamaku, diriku, dan suamiku.

Entahlah…aku pun tak bisa berbuat apa2, karena insyaALLAH semua ini terjadi atas kehendak ALLAH.

Alhamdulillah…ALLAH telah sisipkan kebahagian di setiap detik di hari tersebut.

Terima kasih mama..karena telah mengingat kami di setiap doa2 dan hari2 yang mama lalui.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: