lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

~ TENGKLENG DAGING KAMBING ~

1

Bahan:
1/2 kg tulang-tulang kambing sedikit berdaging, potong-potong
1/2 liter santan sedang
4 buah tomat hijau, potong-potong
1 liter air
3 sendok makan minyak sayur
5 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
1 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 batang serai, memarkan

Bumbu Halus :
2 butir bawang putih
3 butir bawang merah
3 butir kemiri
2 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 cm jahe
½ sendok teh merica butiran
½ sendok teh ketumbar
20 gram gula merah
1 sendok teh garam

Pelengkap:
Bawang merah goreng
Sambal kecap rawit

Cara Membuat:
1. Rebus tulang kambing dengan api kecil hingga dagingnya empuk.
2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu.
3. Masukkan bumbu halus dan bumbu lainnya. Tumis hingga harum. Angkat.
4. Tuangkan ke dalam rebusan tulang kambing. Masak dengan api kecil hingga mendidih. Tuangi santan, tambahkan tomat
hijau.
5. Didihkan hingga bumbu meresap sempurna.
6. Angkat, sajikan hangat dengan
Pelengkapnya.

Tinggalkan komentar »

Lafadz Takbir Idul Fitri / Idul Adha

L4Dan inilah teks bacaan atau
lafadz takbir malam lebaran (Idul fitri/Idul adha). Lengkap dengan teks arab dan arti serta bentuk teks takbir versi panjang (sempurna)

a. Takbir umumnya :
ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻛﺒﺮ- ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻛﺒﺮ- ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻛﺒﺮ ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻛﺒﺮﺍﻟﻠﻪ
ﺍﻛﺒﺮ ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar…..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Artinya :
Allah maha besar (3X)
Tiada Tuhan selain Allah
Allah maha besar
Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

b. Baca’an yang sempurna :
ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻛﺒﺮ ﻛﺒﻴﺮﺍ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻜﺮﺓ
ﻭﺍﺻﻴﻼ, ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ, ﺻﺪﻕ ﻭﻋﺪﻩ, ﻭﻧﺼﺮ ﻋﺒﺪﻩ,
ﻭﺃﻋﺰﺟﻨﺪﻩ ﻭﻫﺰﻡ ﺍﻻﺣﺰﺍﺏ ﻭﺍﺣﺪﻩ, ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻﺍﻟﻠﻪ
ﻭﻻﻧﻌﺒﺪ ﺍﻻﺇﻳﺎﻩ, ﻣﺨﻠﺼﻴﻦ ﻟﻪ ﺍﻟﺪ ﻳﻦ, ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻜﺎ
ﻓﺮﻭﻥ, ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻮﻥ, ﻭﻟﻮﻛﺮﻩ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻮﻥ, ﻻﺍﻟﻪ
ﺍﻻﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻛﺒﺮ, ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻛﺒﺮ ﻭﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ
Allaahu akbaru kabiiraa walhamdulillaahi
katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw – wa
ashillaa. Laa – ilaaha – illallaahu wahdah,
shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, – wa –
a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba
wahdah. Laa – ilaaha illallallahu walaa
na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina
lahuddiina walau karihal – kaafiruun, walau
karihal munafiqun, walau karihal
musyrikun. Laa – ilaaha illallaahu wallaahu
akbar.Allaahu akbar walillaahil – hamd

Artinya :
Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan
sore.
Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-
Nya. Dia menepati janji, menolong hamba
dan memuliakan bala tentara-Nya serta
melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami ttidak
menyembah selain kepada-Nya dengan
memurnikan agama Islam meskipun orang
kafir, munafiq dan musyrik membencinya.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar.
Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Tinggalkan komentar »

Resep Gule Daging Kambing

1

Sekali-sekali manyantap gule kambing dengan
isian komplet terasa sangat mantap. Apalagi
daging dan jeroannya empuk. Berkuah encer
dengan rempah komplet. Cocok buat
penghangat badan saat stmina mulai turun. Dan pelengkap di hari Raya Idul Adha.

Bahan:
250 g daging sapi, potong-potong
500 g aneka jeroan (limpa, babat, paru, usus), potong-potong
2 sdm minyak sayur
2 lembar daun jeruk
1 batang serai, memarkan
2 butir cengkih
1 buah kapulaga
2 cm kayu manis
1 cm lengkuas
1 lembar daun salam
500 ml santan

Haluskan:
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 buah cabai merah
3 butir kemiri
1 cm jahe
2 cm kunyit
1 buah cabe Jawa
½ sdt merica butiran
½ sdt ketumbar
¼ sdt jintan
½ sdt adas
2 sdt garam

Pelengkap:
Acar mentimun rawit
Bawang merah goreng
Kecap manis

Cara membuat:
-Rebus daging dan jeroan kambing secara terpisah hingga hampir lunak. Angkat daging
dan jeroan, masukkan ke dalam panci. (kaldu daging bisa dipakai).
-Tumis bumbu halus hingga wangi.
-Masukkan bumbu lainnya, aduk rata. Angkat
-Tuangkan ke dalam panci berisi jeroan dan daging.
-Tuangi santan, didihkan dengan api kecil hingga bumbu meresap.
-Angkat. Sajikan hangat dengan
Pelengkapnya.

Untuk 8 orang. (detikfood)

Tinggalkan komentar »

Aurat Wanita di Depan Mahramnya

Aurat adalah kemaluan dan semua hal yang dapat menimbulkan rasa malu apabila terlihat. Aurat merupakan perhiasan yang wajib ditutupi dari orang-orang yang tidak berhak untuk melihatnya dan atau menikmatinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kepada kita bahwa,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، وَبِأَنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِـهَا اسْتَشْـرَ فَهَا الشَّيْـطَانُ

“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi no. 1173, Ibnu Khuzaimah III/95 dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir no. 10115, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)

Imam al-Mubarakfuri rahimahullah berkata ketika mengomentari hadits di atas, “Dijadikan diri wanita sebagai aurat karena jika wanita muncul maka ia akan merasa malu, sebagaimana ia merasa malu melihat aurat manakala terbuka. Sehingga dikatakan bahwa maknanya wanita itu memiliki aurat.” (Lihat Tuhfatul Ahwadzi III/237 dan Syarah al-Arba’un al-Uswah no. 32)

Karena itu, kita sebagai kaum wanita haruslah menaruh perhatian yang besar terhadap masalah ini. Hanya saja, Allah ta’ala telah memberikan pengecualian mengenai larangan menampakkan aurat kepada beberapa orang yang menjadi mahram kita. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,

وَلاَ يُبْـدِيْنَ زِيْنَتَـهُـنَّ إِلاَّ لِبُعُو لَتِهِنَّ أَو ءَابَآ ئِهِنَّ أَو ءَابَآءِ بُعُو لَتِهِنَّ أَو أَبْنَآئِهِنَّ أَو أَبْنَآءِ بُعُو لَتِهِنَّ أَو إِخْوَنِهِنَّ أَو بَنِى إِخْوِنِهِنَّ أَو بَنِى أَخَوَتِهِنَّ أَو نِسَآئِهِنَّ أَو مَا مَلَكَتْ أَيْمَنُهُنَّ أَوِ التَّبِعِيْنَ غَيْرِ أُولِى الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَو الطِّـفْـلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلَى عَوْرَتِ النِّسَآءِ ۖ

“… dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (Qs. An-Nuur: 31)

Kita telah memahami maksud larangan menampakkan perhiasan wanita di depan yang bukan mahramnya, lalu bagaimana maksud dan aplikasi pengecualian ini terhadap orang-orang yang menjadi mahram kita? Adakah batasan aurat yang boleh ditampakkan di depan mahram?

Batasan Aurat (Perhiasan) Wanita yang Boleh Tampak di Depan Mahram

Dari artikel sebelumnya, (Lihatlah Siapa Mahrammu 1, Lihatlah Siapa Mahrammu 2) kita telah mengetahui siapa saja yang termasuk mahram, dan siapa yang tidak termasuk mahram. Dalam surat an-Nuur ayat 31, Allah ta’ala membolehkan mahram melihat bagian-bagian dari perhiasan seorang wanita yang tidak boleh ditampakkan pada laki-laki yang bukan mahram. Hal ini dikarenakan keadaan darurat yang mendorong terjadinya percampur-bauran di antara mereka mengingat adanya hubungan kekerabatan dan amannya mereka (para mahram) dari fitnah. [Lihat Ensiklopedi Fiqh Wanita (II/157)]

Secara garis besar, ada dua pendapat ulama yang masyhur (populer) tentang batasan yang boleh dilihat oleh mahram, yaitu:

Pendapat pertama: Mahram boleh melihat seluruh tubuh wanita, kecuali bagian di antara pusar dan lutut, dan inilah pendapat kebanyakan ulama. [Lihat al-Mabsuuth (X/149), al-Majmuu’ Fataawaa Ibn Taimiyah (XVI/140), Ensiklopedi Fiqh Wanita (II/158)]

Pendapat tersebut didasarkan pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَإِذَا أَنْكَحَ أَحَدُكُمْ عَبْدَهُ أَو أَجِيرَهُ فَلاَ يَنْظُرَنَّ إِلَى شَيْءٍ مِنْ عَورَتِهِ، فَإِنَّ مَا أَسْفَلَ مِنْ سُرَّتِهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ مِنْ عَوْرَتِهِ .

“Jika salah seorang di antara kalian menikahkan hamba sahaya atau pembantunya, maka jangan sekali-kali ia melihat sedikit pun dari auratnya. Karena apa yang ada di bawah pusar hingga lutut adalah aurat.” [Hadits hasan. Riwayat Ahmad (II/187) dan Abu Dawud (no. 495)]

Meskipun jika dilihat dari matan (redaksi) nya, hadits tersebut ditujukan kepada kaum lelaki, namun hadits tersebut berlaku juga bagi kaum wanita karena kaum wanita adalah saudara sekandung/belahan bagi kaum lelaki. Wanita belahan laki-laki maksudnya adalah masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam syariat, termasuk diantaranya adalah batasan aurat, menurut pendapat dia atas.

Diriwayatkan pula dari Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu,

ذَخَلْتُ أَنَا وَأَخُو عَائِشَةَ عَلَى عَائِشَةَ فَسَأَلَهَا أَخُوهَا عَنْ غُسْلِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَدَعَتْ بِإِنَاءٍ نَحْوًا مِنْ صَاعٍ فَاغْتَسَلَتْ وَأَفَاضَتْ عَلَى رَأْ سِهَا وَبَيْنَنَا وَبَيْنَهَا حِجَابٌ .

“Aku dan saudara ‘Aisyah datang kepada ‘Aisyah, lalu saudaranya itu bertanya kepadanya tentang mandi yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas ‘Aisyah meminta wadah yang berisi satu sha’ (air), kemudian ia mandi dan mengucurkan air di atas kepalanya. Sementara antara kami dan beliau ada tabir.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 251) dan Muslim (no. 320)]

Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Yang nampak dari hadits tersebut adalah bahwa keduanya (yakni Abu Salamah dan saudara ‘Aisyah) melihat apa yang dilakukan oleh ‘Aisyah pada kepala dan bagian atas tubuhnya, dimana itu adalah bagian yang boleh dilihat oleh seorang mahram, dan ‘Aisyah adalah bibinya Abu Salamah karena persusuan, sementara ‘Aisyah meletakkan tabir untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, karena bagian tersebut adalah bagian yang tidak boleh dilihat oleh mahram.” [Lihat Fat-hul Baari (I/465)]

Sehingga, kesimpulan dari pendapat pertama adalah mahram boleh melihat seluruh tubuh wanita, kecuali bagian antara pusar hingga lutut.

Pendapat kedua: Seorang mahram hanya boleh melihat anggota tubuh wanita yang biasa nampak, seperti anggota-anggota tubuh yang terkena air wudhu’. [Lihat Sunan al-Baihaqi (no. 9417), al-Inshaaf (VIII/20), al-Mughni (VI/554), al-Majmuu’ Fataawaa Ibn Taimiyah (XVI/140) dan Ensiklopedi Fiqh Wanita (II/159)]

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, “Dahulu kaum lelaki dan wanita pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan wudhu’ secara bersamaan.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 193), Abu Dawud (no. 79), an-Nasa’i (I/57) dan Ibnu Majah (no. 381)]

Hadits di atas difahami sebagai suatu keadaan yang terjadi khusus bagi para istri dan mahram, di mana mahram boleh melihat anggota wudhu’ para wanita. [Lihat Fat-hul Baari (I/465), ‘Aunul Ma’bud (I/147) dan Jaami’ Ahkaamin Nisaa’ (IV/195)]

Kesimpulan dari pendapat kedua adalah bahwa mahram hanya diperbolehkan untuk melihat anggota wudhu’ seorang wanita.

***
artikel muslimah.or.id
Penyusun: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly bintu Muhammad
Muraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits

Maraji’:

Ensiklopedi Fiqh Wanita, Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, cet. Pustaka Ibnu Katsir
Fataawaa an-Nisaa’ (Edisi Terjemah), Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ta’liq: Muhammad Muhammad Amir, cet. Ailah
Fat-hul Baari bi Syarh Shahiih al-Bukhari, Ibnu Hajar al-Asqalani, cet. Daar al-Hadits
Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Lajnah ad-Daimah lil Ifta’, cet. Darul Haq
Jilbab Wanita Muslimah Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, cet. Pustaka at-Tibyan
Panduan Lengkap Nikah Dari A Sampai Z, Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin ‘Abdir Razzaq, cet. Pustaka Ibnu Katsir
Syarah al-Arba’uun al-Uswah Min al-Ahaadiits al-Waaridah fii an-Niswah, Manshur bin Hasan al-Abdullah, cet. Daar al-Furqan

2 Komentar »

Air kelapa bagus untuk meningkatkan kesehatan kulit serta kualitas rambut dari dalam

1

VIVAnews – Di balik kesegarannya sebagai pelepas dahaga, air kelapa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Mulai dari melancarkan metabolisme dan sistem pencernaan, meningkatkan sistem kekebatan tubuh, hingga mempertahankan kecantikan kulit.

Sebuah penelitian menyebut air kelapa bermanfaat untuk menjaga kelembaban kulit. Air kelapa merupakan pelembab yang ideal untuk orang dengan kulit berminyak karena dapat membantu mengurangi minyak berlebih di kulit.

“Konsumsi air kelapa bagus untuk meningkatkan kesehatan kulit serta kualitas rambut dari dalam,” kata Savitri Chakraborty, seorang ibu rumah tangga yang telah merasakan khasiat air kelapa, seperti dikutip dari laman Times of India. “Cukup mengonsumsi air kelapa tiga kali seminggu bagi mereka yang ingin memiliki kulit indah alami.”

Selain menjaga kecantikan kulit, air kelapa bagus untuk mengatasi jerawat. Tak heran jika konsumsi air kelapa kerap disarankan untuk mereka yang tengah melakukan pengobatan jerawat dan komedo membandel. Keuntungan lain, cocok di gunakan di semua cuaca dan kalangan usia.

Terlepas dari perannya bagi kecantikan kulit, air kelapa juga dikenal sebagai minuman detoksifikasi atau pembuang racun tubuh. Air kelapa mengandung senyawa yang berperan membawa nutrisi penting ke seluruh tubuh.

Ahli diet dan juru bicara Asosiasi Diet Amerika Andrea Giancoli, menyebut bahwa air kelapa terutama kelapa hijau mampu menggantikan cairan tubuh akibat dehidrasi setelah olahraga. Ini penting demi menjaga kelembaban kulit. Paling baik bila air kelapa diperoleh langsung dari buah segar.

Giancoli juga menyebut bahwa air kelapa hijau memiliki kandungan kalium tinggi. “Kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup kalium karena tidak memakan buah dan sayuran yang cukup. Air kelapa memiliki kandungan kalium lebih tinggi daripada pisang,” ujarnya sambil membandingkan pisang berukuran sedang memiliki 451 miligram kalium, sementara satu ons air kelapa memiliki kalium 660 miligram. (eh)

2 Komentar »

Antara Cinta dan Kentut

CINTA bagi kebanyakan orang muda, “Ahhh, CINTA monyet…!”
KENTUT didepan banyak orang, “Sialan, monyet lu…!”

CINTA dan KENTUT sama-sama sering dicari:
Kalau sudah CINTA: “Dimana engkau duhai kekasih?”
Kalo sudah KENTUT: “Siapa nih yang KENTUT? Hayoo, ngaku gak…?!!!”

CINTA berlebih membuat orang terbuai, KENTUT berlebih membuat orang terkulai.

CINTA menyatukan persepsi, KENTUT menyatukan emosi.

Tinggalkan komentar »

Istri Hemat

Suami: “Neng, ini akang ada uang 50rb dicukupin ya buat seminggu, syukur-syukur bisa buat sebulan.”

Istri: “Iya kang, buat setahun juga bisa.”

Suami: “Duuuh akang beruntung banget ya punya istri neng, udah baik, cantik, hemat lagi! Dibelikan apa tuh neng, uang 50rb bisa buat setahun?”

Istri: “KAAALEEENDDDEER kaang…”

Tinggalkan komentar »

CINTA dan KENTUT tidak bisa ditahan, keduanya bisa menjadi lega bila terlaksana.

CINTA tertahan = Sengsara, KENTUT ditahan = Menderita

Kalau CINTA dan KENTUT keras bersuara, tentu perasaan kita lega.

CINTA terkesan malu-malu tapi mau, KENTUT bikin malu-maluin baunya.

CINTA tanpa rasa, bukan CINTA namanya, KENTUT tak berbau, bukan KENTUT namanya.

CINTA itu rapuh, KENTUT itu bau.

CINTA itu halus, KENTUT itu virus.

CINTA diam-diam membuat orang mabuk kepayang, KENTUT diam-diam membuat orang mabuk kepalang.

1 Komentar »

Radiasi Ponsel Berisiko Bagi Anak

Fino Yurio Kristo – detikinet

Jakarta – Studi World Health Organization (WHO) yang menyimpulkan ponsel dapat menyebabkan kanker memang harus diwaspadai, khususnya pada anak-anak. Namun dinilai tidak perlu juga sampai khawatir berlebihan.

“Penemuan WHO menunjukkan bukti terbatas yang menghubungkan ponsel dengan glioma (tipe tumor otak-red) dan penyakit acousitc neuroma, serta bukti tidak memadai untuk tipe kanker lain,” ucap Profesor Bernard Stewart dari Cancer Council Australia

Namun demikian, bahaya radiasi ponsel tak boleh diremehkan. Terry Svain dari Occupation and Environmental Cancer Committee menyarankan agar orang-orang berupaya meminimalisir risiko.

“Terdapat langkah praktis yang bisa diambil misalnya memakai perangkat hands free dan lebih banyak memanfaatkan SMS ketimbang panggilan suara,” katanya seperti dilansir Sidney Morning Herald dan dikutip detikINET, Rabu (1/6/2011).

Risiko Pada Anak

Khususnya bagi anak kecil, pembatasan pemakaian ponsel dianggap perlu dilakukan. Sebab, otak mereka yang masih dalam tahap perkembangan riskan jika terkena paparan radiasi ponsel.

“Kami juga menyarankan perhatian yang lebih besar bagi anak-anak yang memakai ponsel karena jaringan otak mereka masih dalam tahap perkembangan,” imbuh Terry.

Laporan dari International EMF [Electromagnetic Field] Collaborative yang ditulis kelompok peneliti internasional pernah mengakui adanya kemungkinan munculnya kanker akibat terstimulasi penggunaan ponsel, terlebih bagi anak-anak.

Kelompok ini pun mendukung pembatasan penggunaan alat komunikasi tersebut di kalangan anak di bawah umur seperti yang telah dijalankan di beberapa negara Eropa yang memiliki perhatian khusus terhadap isu ini.

“Beberapa negara telah melarang penggunaan ponsel atas dasar kesehatan. Salah satunya adalah Prancis, di mana siswa-siswi Taman Kanak-kanak hanya boleh menggunakan ponsel untuk berkirim SMS,” ujar salah seorang penulis laporan, Lloyd Morgan.

Tinggalkan komentar »

tamu

1Seorang kakek sedang asyik menyisiri rambutnya di hadapan cemin ketika cucunya tiba-tiba di belakangnya. “Kakek lagi ngapain,” tanya sang cucu yang disambut sang kakek dengan senyum.

“Mau ada tamu, ya!” ucap sang cucu lagi walau pertanyaan pertama belum dijawab kakek.

Sang kakek pun membalikkan badannya ke arah cucu balitanya. “Kamu benar, Cu! Tak lama lagi, kakek akan kedatangan tamu,” jawab sang kakek sambil membungkukkan badannya.

Tak lama kemudian, sang kakek pun menggelar sajadah untuk kemudian shalat. Mendapati tingkah kakeknya, sang cucu hanya terheran-heran. “Mau ada tamu, kok, malah shalat,” ujar sang cucu membatin.

Lama sekali sang kakek terpekur dalam zikir panjang di shalat sunnahnya di pagi hari. Setelah salam, sang kakek pun meraih pundak cucunya untuk mengajaknya zikir bersama. Tingkah itu kian membuat sang cucu terheran.

“Kata kakek mau ada tamu, kok, malah shalat sama zikir?” ucap sang cucu sambil duduk di pangkuan kakeknya. “Apa tamunya sudah ngasih tahu ke kakek?” ucapnya lagi kemudian.

“Iya, dia sudah ngasih tahu. Gak lama lagi juga datang!” jawab sang kakek sambil membelai rambut cucu yang duduk di pangkuannya itu.

“Kek,” sergah sang cucu sambil menoleh ke wajah kakeknya. “Kakek mau kasih tahu gak, siapa sih tamu kakek?” sambung sang cucu.

Sambil merapikan sajadah, sang kakek kembali tersenyum. “Cucuku, suatu saat kamu akan tahu, siapa tamu spesial kakek itu!” ujar sang kakek sambil kembali berdiri untuk meneruskan shalat.
**

Sungguh sebuah kebahagiaan hidup ketika seseorang memahami betul apa yang mesti dipersiapkan untuk menghadapi tamu spesial yang akan ia temui esok. Dan tak ada yang lebih pasti dan paling spesial untuk ia temui esok kecuali kematian.

“Orang yang cerdas adalah mereka yang mampu mengendalikan nafsunya dan beramal (berbuat) untuk masa sesudah mati, sedang orang yang lemah ialah mereka yang mengikuti nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (HR. Ahmad).

Tinggalkan komentar »