lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

khitbah

Jakarta,  7 Februari 2011

Subhanallah..Alhamdulillah..ALLAHU Akbar..hari ini tak henti-hentinya ku bersyukur kepada ALLAH swt. Aku telah melalui tahap ini ya ALLAH. 1 bulan kami meyakinkan diri setelah saling mengenal kepribadian masing-masing. Alhamdulillah..dia telah sah memohon restu mama dan meng-khitbah (melamar) diriku kemarin. Alhamdulillah..ENGKAU mudahkan semua niat kami.

Namun sungguh hati ini tak henti-hentinya bersyukur. ALLAH swt melindungi kami. Hati kami saling terjaga dalam melalui tahap ini. Bahkan tahukah kamu ? aku sempat dimarahi kerabat mama, ketika aku ditanya alamat rumah mu selepas acara pagi kemarin. Aku hanya bisa menjawab “sebentar laila lihat dulu di biodatanya ya, om.” 1 bulan ku kenal dirimu namun aku tak tahu di mana rumahmu, sedangkan mulai hari ini aku akan merencanakan masa depan dengan mu. Mungkin bagi kita hal itu bukanlah masalah. Bukankah yang terpenting bagi kita adalah visi dan misi berumah tangga. Kita mungkin terlalu sibuk berdiskusi bagaimana hak & kewajiban suami-istri. Sehingga hal kecil di zaman sekarang yang kita kenal dengan istilah PDKT, tergusur dengan diskusi-diskusi berat (menurut sahabatku, hehe).

Bahkan aku ditantang menjawab 3 pertanyaan tentang kamu oleh sahabat ku. Kamu tahu, tak satu pun yang aku bisa jawab, hehe.. Bagaimana mungkin aku bisa jawab makanan favorit mu, sedangkan kita tak pernah makan bersama layaknya abg-abg sekarang. Bagaimana mungkin aku bisa menjawab kebiasaan terburuk mu, sedangkan kita berusaha untuk saling memperbaiki diri ketika ber-ta’aruf agar kita dapat menciptakan rumah tangga yang Rasulullah saw teladani. Lalu bagaimana mungking juga aku bisa menjawab seberapa besar cintaku padamu sehingga aku yakin dilamar dan menikah denganmu, sedangkan kita sadar bahwa awalnya kita tidak saling mencintai dan berusaha mencintai karena ALLAH swt. Lalu aku balik bertanya kepada sahabat ku. Apakah jika seorang wanita bisa menjawab 3 pertanyaan tadi maka sudah menjadi jaminan bahwa mereka akan menjadi pasangan ideal dunia akhirat ? Sahabatku hanya menjawab “ya..aneh aja. Klo aku mungkin ga akan seperti kamu, menikah dengan pengetahuan minim tentang calonnya. Ntar klo nyesel kan ribet.”

Ya ALLAH..tersentak hatiku. Merenung. Meyakinkan diri. Dan segera menghampiri mamaku. Ku raih tangan mamaku lalu bertanya, “ma..mama ridhokan aku menikah dengan orang yang melamarku ?” aku tak mendapat jawaban akan pertanyaan ku itu, namun mamaku hanya mengusap kepalaku dan berkata “bismillah, insyaALLAH keraguan dijauhkan dari hati kita.”

 

=La!La=

Dalam keheningan malam.

Berserah diri kepada MU ya ALLAH swt.

 

4 Komentar »

..Doaku untuk kami, hanya kepada MU, ya Rabb..

Jakarta, 7 Februari 2011

Ya ALLAH..jika ini adalah rasa cinta..jangan biarkan cinta ini lebih besar dari rasa cinta hamba kepada MU..

Ya ALLAH..jika ini adalah rasa rindu..jangan biarkan rindu ini lebih besar dari rasa rindu hamba kepada MU..

Ya ALLAH..jangan biarkan..debar jantung ini berirama sesaat..

Ya ALLAH..jangan biarkan untaian mimpi ini indah untuk sesaat..

Ya ALLAH..jangan biarkan harapan-harapan ini terlukis untuk sesaat..

Lindungilah kami ya ALLAH..
Agar debar jantung ini berirama..untuk selama-lamanya hingga akhir hayat kami..

Lindungilah kami ya ALLAH..agar untaian mimpi indah ini terlukis..untuk selama-lamanya hingga akhir hayat kami..

Lindungilah kami ya ALLAH..agar harapan-harapan ini terwujud..untu selama-lamanya hingga akhir hayat kami..

Jangan biarkan ya ALLAH..jangan biarkan semua ini hanya untuk sesaat..

Jangan biarkan ya ALLAH..jangan biarkan semua ini hanya untu semusim..

Namun lindungilah hati kami ya ALLAH..
Lindungi semua yang kami rasakan..
Lindungi semua yang kami impikan..
Lindungi semua yang kami harapkan..

Untuk selama-lamanya hingga akhir hayat kami..
Dan KAU pertemukan kami kembali di pintu surga-MU..
Untuk kembali merajut dan menikmati rasa ini..

Amin ya Rabbal ‘alamin..

=La!La=

Bismillah..dalam penantian proses ta’aruf

Dalam kesunyian malam, doaku hanya untuk mu yang telah terukir dan bersemi di dalam hatiku..

2 Komentar »

..Hanya untuk mu..

Jakarta, 6 Februari 2011

Assalamu’alaikum..

“Bidadariku..
Namamu tak terukir..dalam catatan harianku..
Asal-usulmu tak hadir..dalam diskusi kehidupanku..
Wajah wujudmu tak terlukis..dalam sketsa mimpi-mimpiku..
Indah suaramu tak terekam..dalam pita batinku..
Namun kau hidup mengaliri pori-pori cinta dan semangatku..
Sebab..
Kau adalah hadiah agung..
Dari TUHAN..untukku..
Bidadariku..”
=puisi Fahri tuk bidadarinya, Ayat-ayat Cinta, p.197-198=

Dalam keheningan malam..
Hatiku berbisik..
Hanya untuk mu..
Untuk mu seorang..

Mungkin saat ini terlalu sulit bagiku untuk merangkai kata-kata indah..
Tapi apalah arti dari rangkaian kata-kata indah jika kita tak dapat mewujudkannya..
Bersama rangkaian kata ini, telah terukir harapan-harapan indah dalam hatiku..
Semoga ALLAH memudahkan kita tuk mewujudkannya..
Sesungguhnya..Yang terbaik menurut ALLAH adalah yang terbaik bagi hamba-NYA..
Dan semoga..Yang terbaik menurut ALLAH merupakan yang terbaik bagi kita berdua..

Ya ALLAH..
Jika dia yang terbaik untuk agamaku dan akhiratku..
Sampaikanlah aku dengannya..
Namun..
Jika dia tidak baik untuk agamaku dan akhiratku..
Maka palingkanlah aku darinya..
Dan palingkan dirinya dari diriku..
Amin Yaa Rabbal ‘alamin..

Wassalamu’alaikum..

=La!La=

Bismillah..dalam penantian proses ta’aruf

Tinggalkan komentar »