lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

Bangun, Bi..

Ada sepasang suami istri yang jika sedang marahan, mereka hanya mau berdialog lewat tulisan saja, tidak mau saling bicara. Suatu malam di bulan puasa suami istri ini marahan karena suatu hal, padahal besok subuhnya sang suami harus menjadi imam di kampung tetangga yang berjarak setengah jam. Sebelum tidur sang suami menulis si selembar kertas,

“MI, BESOK BANGUNKAN ABI PUKUL 3 YA, AGAR ABI BISA BRANGKAT SETENGAH JAM LEBIH AWAL, JANGAN TERLAMBAT LHO!”.

Lalu kertas tersebut diberikan kepada istrinya. Keesokan paginya sang suami terbangun dan kaget karena melihat di dinding jam sudah menunjukkan 15 menit lagi menjelang subuh, sambil beristighfar dalam hatinya berkata:

“Keterlaluan ni, masa ga dibangunin.. akan aku beri nasihat yang keras kali ini”.

Tetapi sebelum Sang Suami meninggalkan tempat tidurnya, ia melihat ada selembar kertas berisi tulisan disampingnya, lalu ia baca tulisan tsb:

“BI, BANGUN BI, SUDAH JAM 3, NANTI TELAT LO!”.

Tinggalkan komentar »

Profesor “cerdas”

Datang seorang turis ke jakarta, lalu sesampainya di Tanjung Priuk die bertanya:

turis: “bang , apa ini tanjung priuk?”

Orang 1: “Oh iya.”

(si turis tidak betah, dia pidah ke kebayoran)

turis: “apakah ini kebayoran?”
Orang 2: “Iya betul, ini kebayoran”

(si turis gak betah juga, dia pindah ke ciganjur)

turis: “apakah ini ciganjur?”

Orang 3: “Ho’oh.”

Si turis kebingungan, kenapa orang jakarta kalo ditanya jawabannya beda-beda? ada yang jawab: “Oh iya”, ada yang jawab: “Iya betul.”, ada yang jawab : “Ho’oh”, akhirnya dia bertanya kepada seorang Profesor Bahasa Indonesia yang paling cerdas di Nusantara. maka, Si turis bertanya:

turis: “Pak profesor, kenapa orang jakarta jika ditanya jawabannya berbeda ya? padahal saya pertanyaannya sama … ada yang jawab Oh iya, Iya betul, dan Ho’oh ……. kenapa itu pak?”

Profesor: “Oh itu karena perbedaan tingkat pendidikan mereka mas turis, … kalo Ho’oh … ini jawaban lulusan TK … kalo Oh iya … ini jawaban lulusan SMP ato SMA … nah kalo Iya betul … ini jawaban lulusan anak kuliahan …

Turis: ” …… ooooh gitu ya pak?”

Profesor: “Ho’oh!”

Turis: ” ……???”

Tinggalkan komentar »

Jangan nginjek kodok ………….!!

Tersebutlah di sebuah daerah yang masih kuat kleniknya, mereka sangat percaya bahwa bagi pemuda atau pemudi yang ingin menikah tidak boleh menginjak kodok, agar mendapatkan jodoh yang tampan atau cantik …

Sehingga keyakinan ini sangat mempengaruhi tiga orang pemuda yang berencana mau nikah dalam waktu dekat .. sebutlah mereka bernama: A, B, dan C ..

A : “Wah gawat, saya kemarin nginjak kodok, padahal jalan udah hati-hati banget ………..

B & C : “Ha ha ha … nah lo .. kita tunggu nanti siapa calon lo …

(ketika A menikah, dia menikah dengan gadis yang tidak cantik secara fisik, A kecewa, tapi dia menerima juga, karena sudah terlanjur menjadi kepercayaan di masyarakatnya …, sementara si B dan C mulai was was, mereka lebih hati-hati kalo berjalan, khususnya kalo di sawah atau kebun)

B : “Wah kacau kacau ….. saya kemarin juga nginjak kodok, apes banget dah ……….. .”

C : “wkwkwkwk … elo juga sih ngeledek si A, jadi kena juga … dah deh terima aja

(akhirnya B menikah, ternyata betul dia mendapatkan isteri yang tidak cantik bahkan lebih buruk dari istri si A. Maka, si C juga mulai was was .. dia tidak mau seperti dua temannya itu. Dia memutuskan hanya tinggal di rumah, tidak mau keluar rumah sampai menikah!!)

Ternyata ………….. si C luar biasa sekali, sampai hari H menikah dia TIDAK menginjak kodok, dan ternyata benar isterinya sangat cantik .. pokoknya 9,5 deh poinnya ..

Malam pertama, terjadi dialog di antara mereka:

C : “alhamdulillah, saya menikah dengan gadis cantik seperti dinda ……. ini merupakan karunia bagi saya yang tidak diberikan kepada orang lain.”

(Istri si C masih diam tak bersuara …)

C : “oh ya, kenapa dinda mau menikah dengan saya ..?”

Istri C : “e anu kanda .. anu …?”

C : “Anu apa ..?”

Istri C : “Menjelang nikah …… saya menginjak kodok!!”

C : ” ??? “

Tinggalkan komentar »

Antara Cinta dan Kentut

CINTA bagi kebanyakan orang muda, “Ahhh, CINTA monyet…!”
KENTUT didepan banyak orang, “Sialan, monyet lu…!”

CINTA dan KENTUT sama-sama sering dicari:
Kalau sudah CINTA: “Dimana engkau duhai kekasih?”
Kalo sudah KENTUT: “Siapa nih yang KENTUT? Hayoo, ngaku gak…?!!!”

CINTA berlebih membuat orang terbuai, KENTUT berlebih membuat orang terkulai.

CINTA menyatukan persepsi, KENTUT menyatukan emosi.

Tinggalkan komentar »

Istri Hemat

Suami: “Neng, ini akang ada uang 50rb dicukupin ya buat seminggu, syukur-syukur bisa buat sebulan.”

Istri: “Iya kang, buat setahun juga bisa.”

Suami: “Duuuh akang beruntung banget ya punya istri neng, udah baik, cantik, hemat lagi! Dibelikan apa tuh neng, uang 50rb bisa buat setahun?”

Istri: “KAAALEEENDDDEER kaang…”

Tinggalkan komentar »

CINTA dan KENTUT tidak bisa ditahan, keduanya bisa menjadi lega bila terlaksana.

CINTA tertahan = Sengsara, KENTUT ditahan = Menderita

Kalau CINTA dan KENTUT keras bersuara, tentu perasaan kita lega.

CINTA terkesan malu-malu tapi mau, KENTUT bikin malu-maluin baunya.

CINTA tanpa rasa, bukan CINTA namanya, KENTUT tak berbau, bukan KENTUT namanya.

CINTA itu rapuh, KENTUT itu bau.

CINTA itu halus, KENTUT itu virus.

CINTA diam-diam membuat orang mabuk kepayang, KENTUT diam-diam membuat orang mabuk kepalang.

1 Komentar »

Kodok, Kura-kura dan kaki seribu

Ada tiga friends, satunya kura2..satu lagi kodok..terus satunya lagi uler kaki seribu. Suatu hari kura2 mengundang dua temennya kerumahnya buat pesta kecil2an.

So.. mereka bertiga bikin pesta kecil di rumah kura2. Setelah asyik ngobrol, makan, minum and lain-lain… si kodok berkata : “Eh..dari tadi kayaknya ada yang kurang ya..elu pada ngerasa gak..Oh iya kita kok gak makan es krim ya..pantesan panas banget nih..”

Kura2:”iya ya..sorry gue lupa nggak nyediain es krim…kalo gitu lu beli aje deh ‘Dok..warungnya deket khan..!”
Kodok:”Lho koq gue sih.. khan tuan rumahnya elu ‘Ra..”
Kura2:”iya sih.. tapi khan gue jalannya lambat. kalo elu khan bisa cepet..!!”

Kodok:”Ah.. nggak bisa gitu donk!!..lagian kalo soal cepet..pasti si uler kaki seribu lebih cepet dari gue..kakinya aja ada seribu!!!”
Kura2: “Oh iya ya.. Elu aja deh yang pergi..uler Kaki seribu..”
Uler K.1000: “koq jadi gue sih..”
Kodok : “Udah ..nggak apa-apa..elu aja..buruan. .”

Akhirnya si Uler K.1000 pergi juga untuk membeli es krim.
Si Kodok dan Kura2 nungguin sambil ngbrol ngarul ngidul. Lima menit menunggu…si Uler K.1000 belum dateng juga…10 menit..20 menit…satu jam…dan ternyata sampe tiga jam Uler K.1000 gak nongol2 juga.

Kodok: “Kooq Uler K.1000 nggak pulang2 ya..?”
Kura2: “Iya nih..gue jadi kuatir..kita susulin aja yuk, Dok…!”
Kodok: “ayuk deh..!”

Tapi pas si kura2 buka pintu…ternyata uler K.1000 udah ada di depan pintu.
Kura2: “Nah ni dia..!”
Kodok: “Iya nih dari tadi ditungguin juga…mana es krimnya ? gue udah panas banget nih..?!”

Uler K.1000: “Boro2 es krim…jalan aja belom..!!”
Kodok: ” Haah belom jalan …emangnya dari tadi ngapain aja…?
Uler K.1000: “Yeeeeeeeee. .elu nggak liat nih…gue lagi PAKE SEPATU!!!??? ????

Tinggalkan komentar »

Kucing

Budi pada dasarnya tidak menyukai kucing. Ia semakin benci ketika istrinya memelihara seekor kucing. Budi merasa istrinya jadi lebih perhatian pada kucingnya daripada dirinya.

Suatu hari Budi memutuskan untuk membuang kucing tersebut secara diam- diam. Ketika istrinya sedang mandi, ia pamit pergi keluar sebentar dan dibawanya si kucing.

Ketika Budi bermobil sekitar 10 km dari rumah, ia pun membuang kucing tersebut. Anehnya ketika ia sampai di rumah, si kucing sudah ada di sana. Budi heran campur berang.

Sore harinya ia pergi lagi. Kali ini si kucing dibuangnya lebih jauh lagi. Namun tetap saja, sesampainya di rumah, kucing istrinya tersebut telah berada di sana. Budi berusaha membuangnya lebih jauh lagi, lebih jauh lagi, tapi tetap Saja si kucing kembali ke rumah mendahului dirinya.

Suatu hari ia tidak saja membawa si kucing pergi jauh, tapi juga berputar-putar dulu. Budi belok kanan, belok kiri, belok kanan,belok kanan lagi, berputar-putar sebelum akhirnya membuang kucing yang dibawanya. Beberapa jam kemudian ia menelepon istrinya. “Tik, kucingmu ada di rumah?” tanya Budi. “Ada, kenapa? Tumben nanya si Manis segala,” jawab istrinya agak heran. “Panggil dia Tik, aku mau tanya arah pulang. Aku kesasar….! “

Tinggalkan komentar »

Bihun dan Indomie

Bihun sangat iri hati terhadap Indomie. Setiap kali bertemu di supermarket mereka tidak pernah bertegur sapa, bahkan Bihun sering mengolok-olok Indomie di depan umum, “Dasar kribo jelek hiiih, mentang-mentang kuning & gemuk aja orang-orang lebih suka sama dia, nggak tau malu.”

Hari-hari berlalu dengan semakin menumpuknya rasa kebencian. Indomie tetap adem ayem, tidak peduli Bihun mau bilang apa. Pikir Indomie, “Kafilah menggonggong, gue berlalu aah…”

Suatu hari di supermarket muncul barang baru bernama Spaghetti. Saking tidak kuat menahan emosi, Bihun berlari dari raknya dan memukuli kepala Spaghetti sambil berteriak, “Jangan kira gue enggak ngenalin elu ya !! Meskipun di-bonding begitu, gue tetep tau elu si kribo jelek itu !!!”

Tinggalkan komentar »

Kelelawar Beda Jurusan dengan Tikus

Malam itu di sebuah got ada seekor ibu tikus dan seekor anak tikus, Mereka sedang mengobrol di pinggir got.

Anak tikus melihat seekor kelelawar terbang di atasnya dan kemudian bertanya pada ibu tikus.

“Ibu, apa itu yang di atas?”

Sang ibu tikus pun menjawab, “Ooo …, itu om kamu ….”

Si anak tikus pun bertanya lagi, “Pantas wajahnya mirip kita. Nama siapa bu ? KOok om bisa terbang, kita ga bisa terbang ?”

Sang ibu menjawab, “namanya kelelawar. iya om kamu waktu sekolah dia ambil jurusan penerbangan…!!!”

Tinggalkan komentar »