lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

Waspadai efek samping obat

pada Oktober 14, 2013

Anda pernah nggak, habis minum suatu obat kok ada rasa deg-degan (jantung berdebar) atau mulut rasanya kering? Atau jadi sembelit, atau sebaliknya jadi diare? Atau batuk-batuk, mual, dsb ? Jika tidak ada keluhan-keluhan semacam itu sebelum minum obat, kemungkinan besar Anda mengalami efek samping obat. Tapi memang tidak mudah untuk membedakan apakah ini suatu efek samping atau mungkin gejala suatu penyakit lain. Siapa tau kebetulan ada penyakit lain yang muncul bersamaan dengan kita minum suatu obat
tertentu yang gejalanya mirip dengan efek samping suatu obat. Salah satu cara untuk menandainya adalah bahwa jika obat berhenti diminum dan gejala tadi hilang, berarti itu kemungkinan besar adalah efek samping obat. Jika obat berhenti diminum tapi keluhan masih ada, maka mungkin itu tanda adanya suatu penyakit.

Yah, memang, selain memberikan efek terapi yang diharapkan, obat juga bisa memberikan efek yang tidak diinginkan yaitu efek samping obat, atau kerennya disebut “adverse drug reaction”. Efek samping ini ada yang bisa diprediksi sebelumnya, dan ada yang tidak.

Mengapa sih obat bisa memiliki efek samping? Hampir sebagian besar obat memiliki efek samping karena jarang sekali obat yang
beraksi cukup selektif pada target aksi tertentu. Suatu obat bisa bekerja pada suatu reseptor tertentu yang terdistribusi luas
dalam berbagai jaringan di tubuh. Sehingga walaupun sasarannya adalah reseptor pada pembuluh darah jantung misalnya, ia bisa
juga bekerja pada reseptor serupa yang ada di saluran nafas, sehingga menghasilkan efek yang tak diinginkan pada saluran nafas.
Contohnya, obat anti hipertensi propanolol dapat memicu serangan sesak nafas pada pasien yang punya riwayat asma. Semakin
selektif suatu obat terhadap target aksi tertentu, semakin kecil efek sampingnya.

Dan itulah yang kemudian dilakukan pada ahli produsen obat untuk membuat suatu obat yang semakin poten, semakin selektif
terhadap target aksi tertentu, sehingga makin kurang efek sampingnya.

Bagaimana cara mengatasi efek samping obat? Efek samping obat bisa muncul dalam berbagai bentuk dan berbagai tingkatan.
Ada yang ringan seperti mengantuk, batuk-batuk, mual, gatal-gatal, sampai yang berat seperti syok anafilaksis, gangguan dalam
sistem darah, sampai kematian. Efek samping mengantuk misalnya, mungkin tidak perlu pengatasan, bahkan seringkali dimanfaatkan pasien untuk bisa istirahat. Efek samping meningkatkan nafsu makan malah kadang dimanfaatkan untuk memicu nafsu makan anak yang ngga doyan makan. Tapi efek samping yang menganggu seperti mual bahkan sampai muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi misalnya, mau tak mau harus dicegah atau diatasi dengan obat anti mual, karena kemoterapinya itu sendiri juga tak mungkin dihentikan sebelum waktunya. Dan jika efek samping suatu obat bisa mengancam jiwa, tentu obatnya harus dihentikan dan dicarikan alternatifnya yang lebih kecil efek sampingnya. Untuk hal ini tentu harus dikonsultasikan dengan dokter penulis
resepnya.

Untuk mengetahui apakah suatu gejala itu merupakan efek samping khas obat dapat dibaca pada leaflet/kemasan obat, atau
dapat pula ditanyakan kepada apoteker saat membeli obat. Hampir semua obat memiliki informasi tentang efek samping yang
mungkin ditimbulkannya. Yang agak susah adalah jika terjadi reaksi alergi. Hal ini sulit untuk diprediksikan sebelumnya. Tapi Anda
boleh menggunakan patokan riwayat alergi keluarga, karena sifat alergi ini biasanya diwariskan (warisan kok penyakit ya…
hehe… mbok rumah po tanah gitu…). Jika ada riwayat keluarga (ayah, ibu, kakak, adik, nenek, kakek) alergi terhadap obat tertentu,
sebaiknya berhati-hati terhadap penggunaan obat tersebut, karena barangkali Anda juga alergi obat tersebut.

Jika Anda menemui suatu gejala-gejala tertentu yang diduga akibat efek samping obat, sebaiknya Anda konsultasikan lagi
dengan dokter. Jika itu adalah obat bebas, Anda bisa konsultasikan dengan Apoteker anda. Biasanya jika gejala efek samping
tersebut tidak membahayakan dan dapat ditoleransi pasien, tidak perlu ada pengatasan apa-apa. Atau jika ada,
sebaiknya tanpa menggunakan obat. Keluhan sembelit, misalnya, diatasi dengan memperbanyak makanan berserat dan
minum air untuk mempermudah BAB. Jika terasa mulut kering, mungkin bisa dibantu dengan mengulum permen. Sedangkan jika
keluhan efek samping cukup berat dan tidak dapat ditoleransi pasien, bisa diatasi dengan pemberian obat lain untuk mengatasi efek
samping, penurunan dosis obat, atau penggantian obat, yang tentunya harus sepengetahuan dokter.
Nah, selamat mencermati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: