lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

Ternyata Om Ku SPOG..Disarankan HSG dan Tes Sp*rm*

pada Januari 24, 2013

Jakarta, 24 Januari 2013

Subhanallah..

Itulah yang aku ucapkan pertama kali. setelah 1 tahun aku bergelut dengan program hamil, ternyata aku bulan Januari ini diingatkan oleh Tante ku, bahwa keluarga besar nenek ku adalah seorang SPOG senior di sebuah RS terkemuka di Jakarta.

Semua bermula dari musibah keluarga besar alm papaku, nenek meninggal dunia. ketika nenek hendak dimakamkan, mk di saat itulah semua keluarga besar akan berkumpul. mendoakan almh nenek dan menjadi sarana silaturahim keluarga besar yang sudah lama tidak berkumpul. Di saat itulah, Tante ku yang selama ini cukup perhatian dg kisah hidupku yg belum dikarunia adik kecil, memperkenalkanku dengan Om ku tsb. terlihat sekali si om kaget ya. secara sdh berpuluh2 tahun aku ga pernah kenal dg si Om tau2 dikenalin, dan tante curhat ttg kondisi ku yg belum pernah hamil.

Kami ngobrol cukup singkat tp padat, mulai dari kista ku, laparoskopi ku, hydro ku. dan rasanya aku udah cukup pintar ya dg semua istilah2 itu semua. hehe.. Karena keterbatasan waktu si Om, akhirnya si Om pamitan pulang, tp entahlah krn merasa aku sbg keponakannya (yg ga tau kelahirannya tau2 udah jd keponakan aja di usia segini, hehe..) atau kah krn merasa tidak enak, Om menawarkan tuk konsultasi di RS tempat prakteknya.

Sepulangnya dari pemakaman nenek, aku merenung atau tepatnya terbawa mimpi sdg konsultasi program kehamilan dg si Om. Sepertinya kehamilan sdh menjadi pikira sehari2 ku atau bahkan sedetik2ku. bangun dari tidur, aku segera menceritakan keinginanku tuk konsul di RS si Om. Tp dalam hati terdalam, aku sadar, suamiku akan berat hati. Dan ternyata benar, dg alasan A B C dan Z, suamiku berat hati. Aku tau, intinya karena si Om adalah LAKI2 (ya iyalah klo tante baru PEREMPUAN, masku..) Memang itulah alasannya aku selama ini bergemelut dg SPOG perempuan, mulai dari dr Bote, dr Sawitri, dr Sri, dan terakhir dr Oni, ya tidak lain karena mereka semua adalah PEREMPUAN. Aku mulai sedikit menarik urat ktk berdiskusi dg suami. Aku bahas itu adalah Om ku, keluarga ku (walaupun jujur sampai skrg aku ga tau silsilah rincinya dalam keluarga besar nenek ku, yg aku tau adalah si Om merasa berhutang budi dg nenek ku, krn semasa kuliah kedokteran, kakek ku sempat membantu biaya kuliah si Om, mk jadilah hutang budi si Om ditebus dg cara mengGRATISkan setiap keturunan nenek kakek ku yg konsul dg nya, mulai dari tante2 ku bahkan sampai sepupu2 ku) jadi aku berpikir suami ku tdk seharusnya merasa aku akan diperiksa oleh Laki2 bukan mahram ku. Perlu dicatat, suami cukup kuat pemikiran dan pendapatnya jk berkaitan dg agama (Alhamdulillah aku bersyukur itu ya ALLAH). Singkatnya, dg berbagai tangkisan2ku thd jawaban suami ku, akhirnya suami ku mengangkat bendera putih. Dia mengizinkanku tuk konsul ke Om ku. (aku merasakan sedikit keberatan hati suami ku, maaf ya mas..)

Datanglah aku ke RS praktek Om ku. aku sudah diultimatum oleh sepupu, tuk menyebutkan jati diriku, bahwa aku adalah cucu nenek, pada awal konsultasi, kata nya sih supaya rekam medisku ditandai dg simbol tertentu oleh si Om, dan sudah pasti efeknya diGRATISkan (nah jujur, sebenernya aku ga mau nih diGRATISin, risih pastinya, tp klo ga dilakukan nanti aku dianggap seperti pasien biasa dong, apa bedanya klo gitu, aku ga dikasih perhatian extra dong, pdhl tujuan ku konsul dg si Om supaya aku dikasih perhatian lebih, obat terbaik, dan pastinya sukses hamil, aamiin). Dengan berat hati, aku akhirnya memutuskan tuk bilang dan bangga kalau aku adalah cucu nenek.

Masuklah aku ke ruang konsul. dan benar apa perkiraan suamiku, klo si Om pasti lupa sama kami (ya iya lah wong qta ketemuannya cm sbentar, mas. tetep membela diri. hehe). selesai mengingatkan memori si Om ttg jati diriku, si Om meminta suster memeriksa payud*r* ku, entah apa tujuannya, seperti tuk mengetahui kondisi ku bermasalah atau tidak tuk penyakit akut lainnya. Alhamdulillah payud*r* ku dinyatakan normal oleh suster, yg artinya tidak kering dan tidak mengkerut kata suster. Selanjutnya aku di USG. Ini pertama kalinya aku mengalami USG melalui perut, karena selama 1 thn lalu dg semua spog perempuan ku, aku slalu USG Transvaginal. ternyata ga beda jauh penampakan USG Perut dg USG TransV. Alhamdulillah Om bilang klo kistaku sdh bersih, rahim baik, sel telur belum terlihat krn aku datang bukan di saat masbur.

Selesai melakukan pemeriksaan USG, aku siap berkonsultasi dg si Om. Kami cukup jelas mendengarkan penjelasan si Om (alhamdulillah aku cocok ya ALLAH, batinku) Lalu om menanyakan dan mencatat semua riwayat tindakan medis dari spog ku sebelumnya, aku ceritakan semua, termasuk tindakan hydro.

Si Om malah bertanya “Emang tuba kamu tersumbat ?”,

aku jawab “kurang tau om, tp pas selesai hydro sih katanya ga tersumbat, om.”

“Lho emangnya hasil HSG nya bgmn ?”

“HSG ? apa tuh om ?”

“lho emang blom HSG ? tp langsung hydro ?”

“iya om, langsung Hydro ga pernah HSG”.

Dengan muka berpikir (entahlah berpikir apa, tp aku yakin hal ini lumrah, karena memang walaupun sama2 SPOG pasti memiliki perbedaan pandangan dan metode) akhirnya si Om memberikan rujukan ke aku tuk HSG, dan lagi2 si Om menunjukkan muka aneh setelah mengajukan pertanyaan berikutnya

“analisi sp*rm* suami nya mana ?”

“ini Om, waktu awal2 tahun lalu, dari RS Hermina”

“Wah ini kurang bagus, udah dikasih obat apa aja ?”

“Ga ada Om, kan saya kena kista, jd fokus ke saya” Memang seingat aku, suamiku cm 1x melakukan tes sp*rm* ktk dg dr Sawitri, emang sih sempat dibilang kurang bagus dan disarankan ke dr Androlog. Tp karena saat itu aku lebih banyak curhat ttg kistaku, mk suami pun jd lebih fokus ke pengobatan kistaku.

Dg sedikit menghela napas, si Om mulai membuka penjelasan kembali “Begini ya, kalo om berpikir program kehamilan seharusnya dimulai dg menganalisa kondisi suami dulu, karena klo suami mudah menganalisanya, cukup analisa sp*rm* aja. Kalo sp*rm* suami ga ada masalah, maka baru bisa lanjut ke program hamil ke pemeriksaan istri, krn pemeriksaan istri itu banyak dan lebih sulit, mulai dari sel telur, saluran tuba, hormon, dan faktor lainnya. Nah klo udah panjang2 periksa kondisi istri, tp suami sendiri belum tau kondisinya, ya agak sia2, kan sumber awal kehamilan itu berasal dari sp*rm* suami yg berkualitas.”

Kembali menghela napas ku lihat si Om. “Ya udah, klo gitu suami cek sp*rm* ya, trus suami selama ini sering pake celana jeans ya ?”

“Ga Om, ga pernah malah” jawab suami ku.

“soalnya sp*rm* ga boleh panas dan sempit.”

“klo pake celana berlapis2 salah dong om ?” tanya suamiku

“Ya iya salah dong, spermanya jd kepanasan. emang kamu pake celana berlapis2 ? ngga kan ?”

“iya Om, berlapis2, 3 lapis om” jawabku

“hah…3 lapis ? apa aja ?” muka penasaran si Om

“CD, Celana pendek, trus celana panjang, Om” rinci ku, ku lihat suami sedikit malu, krn privasi nya terbuka juga

“Wah ga perlu segitu nya, ga bagus itu. trus CD nya masih yg ketat ya, coba skrg mulai di coba, justru ga usah pakai CD, langsung celana pendek aja, jd bagian yg memproduksi sp*rm* leluasa mendapat udara jd ga panas” terlihat suamiku manggut2. Alhamdulillah suamiku bisa menerima nasehat Om dengan hati terbuka.

“Ok..klo gitu ini obat tuk kamu ya, ovacare, supaya bagus telur nya. Dan untuk suami, oligocare, supaya bagus sp*rm* nya. Bulan depan bawa hasil HSG dan analisis sp*rm*. Bulan depan kita cek ukuran telur dg USG Transvaginal ya. Cukup dulu tuk awal konsultasi kita ya.” demikian penutup kata2 si Om

“Iya Om, terima kasih ya Om.” dengan perasaan puas kami salaman cium tangan dg si Om tuk pamitan, eh si Om tiba2 bilang “sus,  tolong kasih itu ke keponakan saya ya.”Aku bingung apa yg suster kasih ke kami, karena selain, rujukan HSG, analisis sp*rm*, resep obat, aku juga dikasih kertas putih. dengan perasaan ga paham, aku terima aja itu kertas.

Sampai lah kami di kasir. eh ternyataaaaaa..kertas putih itu kertas keterangan pengembalian uang biaya konsul. krn RS ini cukup unik, yaitu pembayaran konsul dilakukan di awal sebelum masuk ruang konsultasi dokter. Kami kaget. Ga enak dan sedikit bersyukur bisa menghemat biaya. Seharusnya kami menebus obat di Apotik RS, namun karena aku sdh pernah mendengar wanti2 sepupu klo si Om akan memberikan obat yg harganya cukup mahal kami khawatir uang kami tdk cukup, kan malu nanti sama apotekernya, krn kondisinya kami sdg menghemat, krn ingetkan akhir tahun aku bilang ga mau promil eh tau2 awal tahun udah promil, sdgkan kondisi keuangan kami sdg awal2nya merintis, krn kami baru saja melakukan pembayaran rumah kontrakan tuk 2 tahun ke depan (eh kok jadi curhat ya…hehe..). Akhirnya kami memutuskan, untuk menebus obat di Apotik Rini kawasan Rawamangun, krn terkenal lengkap dan lebih murah harga obat2nya.

Sebelum keluar RS, ternyata ketemu si Om yg mau praktek ke RS lainnya. ya aku samperin dan salaman trus bilang “Om terimakasih ya, saya ga nyangka kok diGRATISin”. si Om dengan senyum2 bilang “ya udah, gpp. salam tuk keluarga ya.” Subhanallah..semoga ALLAH memberkahi kehidupan Om sekeluarga, aamiin..hanya itu yg terucap di batinku.

Sesampainya di Apotik Rini. Apoteker bertanya, “bu..ini tanda apa ya ?” menunjukkan ke aku ttg simbol kecil di atas kertas resep yg diberikan si Om. “saya kurang paham pak.” jawab ku. “oo..ya sudah klo gitu jumlah semuanya Rp sekian, ya bu”jawab si apoteker.

setelah membayar dan menerima obat, aku memberitahukan ke suami ttg perihal tanda simbol tsb, kebetulan kami punya resep warna merahnya (yg seharusnya disimpan oleh pihak apotik RS). Suami jg sempet bingung itu simbol apa. dan Subhanallah, tiba2 aku terpikirkan “mas….jangan2 itu simbol dari Om klo dia ga minta bagian persenan dia dari harga obat yg diresepin ?” “oooiya..bisa jg sih..”

Subhanallah…tak henti2 batin ini mendoakan si Om. Barakallah Om ku..aamiin..

=La!La=

Dalam keheningan malam.

Berserah Diri kepada MU ya ALLAH swt.

Lindungi hamba ya ALLAH swt


6 responses to “Ternyata Om Ku SPOG..Disarankan HSG dan Tes Sp*rm*

  1. dhiyaa mengatakan:

    Ukhty laila….bgmn kbar program hamilnya??

  2. puput ujiane mengatakan:

    salam kenal bunda,
    senengnya dapet yg gratis2.hehe

    terus kelanjutanya gmana bun,skrg udah berhasil promilnya?soalnya saya juga lg cari2 refrensi nih.

    terima kasih🙂

    • La!La mengatakan:

      Hai mba puput..salam kenal jg. Maaf baru baca n balas.
      Iya gratis enak mba. Tp laila ga berlanjut di om. Krn ada kesalah pahaman. Nyesel jg sih putus program sama om. Tp mau balik lg, laila nya yg malu krn udah 1thn lbh ga ke om. Pdhl cocok bgt sama om.
      Kabar laila baik. Alhamdulillah..
      Hehe..udah lupa posting perkembangan kisah hidup laila nih..keasyikan promil..
      Sampai detik ini laila masih program hamil mba. Desember 2013 sempat positif hamil melalui proses insem. Nanti laila posting ya kisahnya.

  3. mpie mengatakan:

    Mba Laila boleh chat di email ga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: