lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

Merendahkan Hati Bukan Menyepelekan Diri

pada Oktober 1, 2012

1

Kita tidak pelu mencari sanjungan, ucapan terima kasih dan pujian dari orang lain. Sama sekali tak ada alasan untuk itu. Kita berkarya karena kita menyadari bahwa keberadaan kita di sini bukan untuk sia-sia. Kita adalah kita dengan suatu tujuan. Kita sadar betul hal ini. Oleh karena itu, lakukan segala sesuatunya dengan merendahkan hati. Wujudkan karya kita karena ketulusan hati. Alangkah hebatnya kita bila sanjungan tidak membesarkan diri kita; dan pujian tidak meledakkan kepala kita. Orang lain tak perlu tahu bahwa kita yang melakukannya.

Ini sama sekali bukan anjuran agar menjadi seperti Lone Ranger yang datang dan pergi tanpa diketahui. Namun, kemampuan untuk merebahkan diri bagaikan padi yang masak. Semakin berarti semakin merunduk. Bukan kehadiran kita yang berarti, namun kehadiran karya kita. Ketika kita merendahkan diri kita di hadapan orang lain, dunia menghormati kita. Sebaliknya, saat kita menyombongkan diri, dunia merendahkan kita.

Kata orang bijak, biarkan kebaikan lahir dari tangan kananmu seolah-olah tangan kirimu tidak mengetahuinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: