lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

Kisah Ayah, Anak dan Seekor Keledai

pada Juni 5, 2012

mungkin sudah pernah baca ya? klo sudah baca mohon dibaca ulang lagi.. semoga bisa makin memotivasi diri.. 

==================================

Pada jaman dahulu, ada seorang ayah yang bernama Luqmanul Hakim. Pada suatu hari, sang ayah mengajak anaknya pergi ke pasar untuk menjual seekor keledai. Mereka bertiga pergi ke pasar bersama-sama.

Karena keledai itu kecil, maka sang ayah meminta anaknya untuk naik ke atas keledai, sementara dia sendiri berjalan di sampingnya sambil menuntun leher keledai itu. Di tengah jalan mereka bertemu dengan seseorang. Lalu orang tersebut berkata,”Alangkah tidak sopannya anak ini. Dia enak-enakkan naik keledai, sementara ayahnya hanya berjalan kaki.” Mendengar perkataan itu sang anak lalu turun dari keledai dan meminta ayahnya naik.

Beberapa saat kemudian mereka bertemu dengan orang lain lagi dan orang itu berkata,”Betapa kurang kasih sayangnya orang tua ini. Dia naik keledai sementara anaknya yang kecil dibiarkan berjalan kaki saja.” Mendengar perkataan ini sang ayah berkata,”Nak, mari, naiklah keledai ini bersama ayah.” Lalu mereka berdua naik keledai itu bersama-sama.

Kemudian mereka bertemu seseorang lagi dan orang tersebut berkata,”Kasihan keledai sekecil itu dinaiki oleh dua orang.” Mendengar ini mereka berdua lalu turun dari keledai dan hanya berjalan kaki saja. Ketika mendekati pasar, mereka bertemu dengan seseorang dan orang itu berkata,”Mengapa kalian berdua tidak memanfaatkan binatang itu. Buat apa berjalan kaki saja, jika ada keledai yang biasa dinaiki.”

Sesampai di sini sang ayah lalu berhenti dan berkata kepada anaknya,” Nak, dengarlah, apa yang kita alami di jalan tadi, semua dapat dijadikan pelajaran bagi kita. Lihatlah, jika kita hanya menuruti kata orang, maka akan bingunglah kita. Itulah sebabnya maka kita harus memiliki pedoman dalam hidup ini agar kita tidak menjadi kebingungan. Dan pedoman yang paling tepat adalah pedoman dari Dia yang telah menciptakan kita yaitu Allah, S.W.T.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: