lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

Aku ingin berjuang tanpa Laparoskopi

pada April 10, 2012

Jakarta,  10 April 2012

Satu bulan aku putuskan untuk jeda konsultasi ke dokter manapun, walaupun rasanya hatiku belum tenang. Aku pun sudah mulai bersahabat dengan berbagai info tentang kista endometriosis dan laparoskopi. Aku segera meluncur ke Gramedia untuk mencari buku tentang 2 hal tersebut. Ku temukan 2 buku yang segera kulahap isinya. Namun otak ku menolak. Aku tertekan. Aku letih.

Namun rasa penasaranku tetap membuat jemariku menari-nari di atas tuts keyboard. Ku ketik kata endometriosis laparoskopi di situs serba tahu. Subhanallah..banyak sekali info yang kudapat. Mulai dari artikel serius, promosi obat, sampai kumpulan cerita pengalaman sahabat-sahabat di blog yang membuatku sadar bahwa aku tak sendiri. Banyak sahabatku yang berjuang dengan jalan cerita yang serupa denganku. Cerita bahagia dan berakhir kehamilan yang penuh perjuangan membuatku semakin bersemangat. Sedangkan cerita H2C yang belum berujung akhir, layaknya ceritaku ini, membuatku semakin berdoa kepada ALLAH swt untuk diberikan kekuatan kesabaran dan kemudahan dalam mengambil keputusan

Banyak sahabat-sahabat di blog yang sukses hamil tanpa diangkat kistanya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk melakukan hal tersebut. Aku tak ingin laparoskopi. Selain aku takut, aku juga memikirkan besarnya biaya laparoskopi.

Hingga akhirnya aku dan suami memutuskan untuk mencona pengobatan herbal. Bermula dari sarang semut yang diseduh. Namun tak berlangsung lama. Beralih ke daun sirsak. Kami beli kendi dan berburu daun sirsak. Pagi siang sore aku minum air seduhan daun sirsak. Saat itu daun sirsak seolah menjadi primadona. Bayangkan, di sekitar perumahan, aku ketemu pohon sirsak, eh kok botak ya. Ternyata aku keduluan dengan orang lain. Hehe..lucu kalau ingan masa berburu daun sirsak.

Awal bulan Maret aku mendapat info tentang dokter kandungan yang bagus di RSIA Bunda Aliyah, bernama dokter Sri Pudiyastuti. Uniknya cara pendaftaran dokter satu ini. Daftarnya harus 1 hari sebelumnya jam 00.00. Jadi kalau konsul hari Jumat, daftar ya hari kamis Jam 00.00, ga boleh kurang, tapi kalau lebih sudah tak dapat nomor. Makin penasaran dong dengan dokter ini, wah pasti dokter hebat nih.

Alhamdulillah dapat nomor untuk Jumat tanggal 9 Maret, itu setelah perjuangan suami begadang. Terima kasih ya suamiku. Masuklah aku ke ruang dokter. Aku disapa dengan foto anak kembar Bapak Hidayat Nur Wahid di sisi dinding. Ooo baru tahu aku. Dan ternyata dokter Sri juga bintang iklan SGM ya. Dokter tenar nih batin ku. Aku putuskan untuk cerita jujur ke dokter Sri tentang sejarah kista endometriosis ku dan tentang keinginan ku untuk program hamil tanpa laparoskopi. Alhamdulillah aku direspon positif, kata dokter Sri tidak perlu operasi dulu, melainkan secepatnya program hamil agar kista nya mengecil. Ya aku pernah baca di artikel internet, kalau hamil adalah salah satu cara menghentikan pertumbuhan kista. Tapi nyatanya tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk solusi yang satu ini.

Dokter Sri melakukan usg. Cukup modern alat-alatnya jika dibandingkan dengan RSIA Hermina, namun masih modern di RSIA Tambak menurutku. Dari hasil usg dokter Sri menyatakan kista endometriosis di kiri dan kanan. Astagfirullah..ya ALLAH kok jadi kiri kanan. Aku shock. Yang kiri ukuran 5 cm sedangkan yang kanan ukuran 1 komaan. Tapi dengan semua rencana program hamil tanpa laparoskopi yang dokter Sri sampaikan, dapat membuatku sedikit tenang dan tidak memikirkan kista endometriosis ku yang mendadak kembar. Sel telur aku pun dinyatakan berukuran cukup untuk pembuahan. Tidak kecil-kecil seperti yang dinyatak sebelumnya.

Akhirnya pertemuan pertama dengan dokter sri berbuah resep vitamam sebuah asam follat untuk persiapan dan masa kehamilan. Aku juga mulai mengeluh rasa nyeri dan keram di bagian perut kiri yang ada kista endometriosis ukuran 5 cm itu. Maka aku diberi resep obat pereda nyeri asam mefanamat, diminum jika nyeri. Kami disarankan kembali H13-14 untuk memulai program kehamilan.

Aku mulai semangat minum vitamam. Semoga ini petunjuk ALLAH yang mengizinkan aku tidak mengambil langkah laparoskopi.

H11 aku kembali ke dokter Sri, namun dokter Sri menyatakan belum waktunya, maka aku dinyatakan pending dan dilakukan pendaftaran ulang untuk heri ke depan.

Ketika H13 aku kembali ke dokter Sri, ternyata aku terlambat dan dokter Sri sedang melakukan tindakan operasi. Selama menunggu dokter, aku merasakan nyeri yang sangat di bagian perut berkista. Aku tak kuat menaha rasa sakit, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Aku sadar, dengan pulang maka kesempatan untuk mulai program akan tertunda 1 bulan lagi. Namun rasa nyeri ini mengalahkan keinginan menunggu dokter Sri.

Akhinya aku pulang. Tanpa bertemu dokter Sri. Dan aku segera minum obat pereda nyeri. Memang sudah 1 bulan ini, rasa nyeri ini muncul dan rasanya semakin lama semakin naik level dan semakin membuatku bingung dengan keputusanku untuk tidak melakukan laparoskopi.

Suamiku melihatku yang semakin sering melingkar karena menahan rasa sakit, tak kuasa menawarkan tindakan laparoskopi kepadaku. Pertimbangan suamiku, khawatir rasa sakit nyeri ini menggangu aktivitasku. Perlahan tembok pertahananku pun mulai runtuh, aku mulai mencari info tentang pengalaman sahabat di internet yang sudah melakukan laparoskopi, perlahan pula suamiku mulai mencari info tentang biaya laparokopi dan peran asuransi dalam tindakan ini.

Ya ALLAH yang Maha Mengetahui..hamba mohon berilah petunjuk-MU kepada kami. Semoga ikhtiar kami dapat menjadi jembatan pengokoh iman kami kepada MU ya ALLAH..aamiin..

 

=La!La=

Dalam keheningan malam.

Berserah Diri kepada MU ya ALLAH swt.

Lindungi hamba ya ALLAH swt.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: