lailaberbagicerita

"Laa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil'adzhim." (Tiada daya & kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"

Awal Perkenalan ku dengan Kista Endometriosis

pada Januari 25, 2012

Jakarta,  25 Januari 2012

Alhamdulillah..tanpa terasa waktu telah mengatarkanku menjadi seorang istri. Peran yang ku rindukan selama bertahun-tahun selepas kuliah. Peran yang tak mudah kusandang. Peran yang penuh perjuangan tuk meraihnya.

Tanpa terasa pula 8 bulan telah kami jalani pacaran setelah menikah. Semua terasa menyenangkan. Semakin hari semakin mengenal suamiku tercinta. Kami memang menikah dengan proses yang tak panjang dan tak seperti dua sejoli pada umumnya. Aku mengenal suamiku ya setelah menikah. Aku pacaran dengan dirinya ya setelah menikah juga. Jadi mungkin kami sedikit norax seperti abg-abg, hehe..kami suka pandang-pandangan ga jelas, kami suka jalan-jalan sambil pegangan tangan semesra abg baru jadian. Hehe..Alhamdulillah..keluarga besar aku dan suami memahami hal itu. Bahwa kami memang masih haus berduaan tuk saling mengenal.

Namun bukan berarti kami merencanakan semua ini. Bukan berarti memang kami sengaja hanya ingin berdua-duaan. Kami juga seperti pengantin baru lainnya yang ingin memiliki momongan setelah menikah. Banyak cara gerilya kami lakukan, mulai browsing tips-tips cepat hamil sampai minum susu persiapan hamil.

Namun ALLAH swt Maha Mengetahui Yang Terbaik untuk hamba-hamba-NYA. Tepat waktu “tamu bulanan” hadir selama 8 bulan pernikahan kami. Ketika akhir tahun, terucap dalam lisanku kepada suami, untuk periksa ke dokter kandungan. Namun suamiku hanya mengajarkan ku untuk bersikap lebih sabar. Bahkan kakak ku juga menyarankan untuk menunda rencana periksa tersebut, menurut kakak ku terlalu dini periksa dan berdasarkan riwayat keluarga kami tak ada riwayat keluarga yang tak memiliki anak, maka rasanya belum perlu periksa kandungan, paling posisi kami saja yang blom oke menurutnya.

Memiliki sahabat seorang bidan senior juga membuatku sering berkonsultasi. Mengapa sudah hampir 8 bulan belum juga ada pertanda kehamilan. Beliau bilang normal dan menyarankan untuk main ke rumahnya tuk sekedar periksa dan diberi vitamin penyubur. Bercerita kembali diriku kepada kakak perempuan ku yang baru-baru ini ikut program kehamilan ke 2, dirinya diberi resep obat penyubur profertil. Terkenal akan keberhasilannya, maka aku disarankan beli profertil juga, aku bertanya dahulu ke sahabat bidan senior. Setelah dapat lampu hijau, dengan sedikit kenekatan (kenapa ku bilang nekat, karena aku belum periksa ke dokter, atau minimal periksa dalam oleh bidan, dan lebih parahnya aku tak berbekal resep dokter) aku beli profertil di salah satu apotek yang melegalkan pembeliaan obat walaupun tanpa resep dokter.

Aku minum profertil pada akhir desember. Banyak perubahan yang aku rasakan ketika minum profertil. Biasanya setelah berhubungan dengan suami, aku merasakan ada cairan yang keluar kembali, namun ketika minum profertil aku lebih merasa kekentalan dan tak ada sedikit pun cairan yang keluar lagi. Karena merasakan perbedaan yang positif di mata ku, aku pun jadi optimis bahwa akan positif hamil bulan depan. Namun ALLAH swt memiliki rencana dan pembelajaran tuk diri ku.

Bulan Januari 2012 aku tetap haid sesuai siklus. Aku pun merajuk kepada suami untuk secepatnya ke dokter kandungan. Tak ada firasat apapun, aku hanya ingin curhat ke dokter, kapan sih waktu subur yang benar setelah haid, trus bagaimana sih posisi yang tepat tuk cepat hamil. Cuma itu yang ada dalam pikiranku. Karena aku jenuh dengan perbedaan pendapat di internet atau pun orang sekitar tentang jawaban 2 hal tersebut.

Setelah berhasil sepakat tuk ke dokter kandungan, lagi-lagi kami silang pendapat. Suamiku tak berkenan jika ku periksa ke dokter laki-laki, sekalipun seorang profesor yang sudah senior dan tak muda lagi. Padahal itu dokter rekomendasi mamaku dan kakak ku. Berkiblat dengan kewajiban seorang istri tuk mematuhi suami, serta rasa tak nyaman ku juga jika diperiksa dengan dokter laki-laki, maka kami sepakat ke dokter kandungan perempuan.

Suamiku adalah sosok yang lebih banyak berkelumun dengan internet dibandingkan dengan perkumpulan masyarakat, hal ini karena pengaruh dunia kerjanya. Maka dengan berbekal suara terbanyak dari sebuah forum internet yang membahas tentang dokter kandungan yang ok di jakarta, kami melangkahkan kaki ke RS Persahabatan. Tanggal 25 Januari kami sepakat menemui dokter Botefilia. Tapi ketika kami ke sana, ternyata beliau sedang melanjutkan studi maka tak praktek, namun kami disarankan ke RS Swasta tempat beliau praktek sore, yaitu RSIA Tambak.

Alhamdulillah..dokter Bote (begitu sapaannya) praktek di RSIA Tambak. Aku daftar dan melakukan pemeriksaan awal dengan suster. Aku ditimbang, tensi darah, dan ditanya tujuan periksa, maka dengan tersipu-sipu kunyatakan bahwa ingin program hamil. Setelah ditanya haid terakhir, aku pun disarankan untuk buang air kecil dahulu untu kelancaran di usg. Mendengar kata usg, aku jadi dag dig dug. Usg ? kan aku blom hamil, kok di usg ya. Hehe..maklum pengalaman pertama

Namu dipanggil suster setelah menunggu beberapa saat. Tak henti-hentinya hatiku berdzikir ketika mulai memasuki ruang dokter. Cantik dan ramah kesan pertama yang ku dapat dari dokter Bote, namun kecanggungan ku tertangkap oleh dokter Bote, “baru pertama kali konsul ya bu ?” pernyataan yang wajar menurutku karena sikap salah tingkahku. “iya dok.” “kita periksa dulu begitu.” Subhanallah, jantung ku berdetak lebih cepat, ruang periksa seperti ini baru pertama kali ku lihat.

Inna lillahi..begitu usg, perkataan dokter bote seperti petir yang menggelegar dalam hatiku. “bu, ada kista di kiri dan myom nih. Besar 5 cm. Ga bisa kecil lagi kalau sudah segini. Ada di dekat ovarium kiri ya bu, kayanya…..bla..bla..” aku sudah tak mendengar apa lagi penjelasan dokter Bote. Yang ada di hatiku saat itu hanya lah pertentangan batin, bahwa ini salah, dokternya salah, aku harus periksa ke dokter lain. Ya ALLAH..ada apa ini. Hamba takut ya ALLAH.

Setelah selesai usg, aku semakin tak fokus. Hanya suamiku yang dengan sabar mendengar tak bertanya. Aku hanya menjawab singkat ketika ditanya. “sakit ketika haid bu ?” “sakitnya normal dok, kalau menurt saya.” “haidnya lancar ?” aku jawab dengan tanggal 3 bulan terakhir aku haid. “memang tidak selamanya ditandai dengan haid yang tidak lancar dan sakit.” “lalu bagaimana dok, masih bisa punya anak kan ?” hanya itu pertanyaan yang ingin secepatnya kudengar jawabannya. “insyaALLAH bisa, tp sebelum program hamil, kistanya harus diangkat dulu, bla..bla..” ya ALLAH, apa lagi ini, angkat ? operasi ? hamba takut ya ALLAH.

“ya sudah, kita lihat setelah 1 tahun pernikahan dulu ya. Sekarang normal-normal aja ya bu. Semoga bisa hamil sebelum 1 tahun pernikahan.” Dokter Bote menutup pertemuan kami dengan membekali resep antioksidan. Aku masih terlihat kosong, entah pikiran ku bekerja sekeras apa saat itu.

Menurut cerita suamiku sesampainya di rumah,dokter Bote menjelaskan bahwa aku mengalami kista endometriosis ukuran 5 cm di ovarium kiri dan myom ukuran kecil. Kista endometriosis aku tak bisa kecil lagi, dan akan mengganggu kesuburan atau kehamilan. Jadi aku disarankan untuk dioperasi dengan cara laparoskopi. Operasi yang hanya sebentar dan luka kecil aja. Katanya 2-3 hari uda pulang. Yang diangkat cuma kistanya saja, bukan rahimnya, jadi masih bisa hamil. Dan dokter Bote menunggu sampai 1 tahun pernikahan untuk program kehamilan, karena umumnya pasangan yang dikatakan infertilitas (tidak subur) setelah 1 tahun pernikahan belum juga hamil. Makanya dokter Bote mendoakan semoga sebelum 1 tahun pernikahan, aku sudah dapat hamil dengan normal. Walaupun disarankan tindakan laparoskopinya secepatnya.

Ya ALLAH..aku tak ada semangat untuk merespon cerita suami ku. Yang bisa kulakukan hanya menangis, menangis, dan menangis. Hingga akhirnya aku tak kuasa tuk menyalahkan diri sendiri, atas semua dosa yang telah kulakukan. Segera ku memohon kepada Sang Pencipta, semoga semua ini hanyalah bagian dari proses penghapusan dosa-dosa lalu yang pernah ku lakukan. Dan semoga semua akan baik-baik saja ke depannya. Aamiin..

=La!La=

Dalam keheningan malam.

Berserah Diri kepada MU ya ALLAH swt.

Lindungi hamba ya ALLAH swt.


5 responses to “Awal Perkenalan ku dengan Kista Endometriosis

  1. gerilda prabowo mengatakan:

    Assalamualaikum wrwb. Mba… kshnya mirip dgn aku mulai dr pcrnnya smp timing periksa ke dokter, n ending kagetnya ktk tau kbr ada gangguan miom. Aku mlh hrs sesar dan mengalami pasca sesar. Namun alhmdulillah kejadian itu mnbh kdkatanku dgn Allah. 5 bulan stlh operasi aku umroh dan berhijab. Berdoa di baitullah, meminta kpd Allah, keturunan yg baik, dan kelancaran, kesehatan. Insya Allah. Skrg sdh bulan ke 6 smenjak operasiku, sdh bs program🙂 smoga doa kita di ijabah Allah y mba…

    • La!La mengatakan:

      Wa’alaikumsalam..
      Mohon maaf baru baca n balas ya mba.
      subhanallah..kisah qta sama ya mba.
      Barakallah tuk semua perubahan positif mba.
      Lalu bgmn kbrnya skrg mba ?
      Aamiin..smg ALLAH mendengar dan mengabulkan doa2 qta..aamiin..

  2. Viera mengatakan:

    Truf hasilnya gmn Mba?kista itu apa efek dari Minum profertil? mlm ini aq konsul kedokter unk bs hamil dan diberi profertil to koq aq jd ragu baca berbagai efek samping dr profertil.enaknya gmn y…soalnya yg beri jg dokter obgyn baru. Mksh mb.

    • La!La mengatakan:

      Wallahu’alam apakah itu pengaruh profertil atau bukan.
      Tp setiap tubuh manusia memang memiliki respon yg berbeda2 dg makanan dan obat.
      Tp insyaALLAH jk minum profertil dg pengawasan dokter semuanya sdh dipertimbangkan oleh dokter.
      Setelah laparoskopi laila kembali program hamil dan diberikan profertil. Alhamdulillah aman n tdk tumbuh kista lg.
      Tp harus pola hidup sehat mba. No mecin n msg n kurangi jajan di luar rmh.
      Jd coba ikuti aturan minum profertil dr dokter ya mba. Krn kk saya berhasil hamil krn profertil.

  3. widya mengatakan:

    Sedikit sharing dari saya, alhamdulillah saya hamil memakai obat profertil, namun waktu itu saya bermasalah dengan keterlambatan waktu mens semoga bermanfaat
    http://obatprofertil.blogspot.com/2014/10/hamil-dengan-profertil-35-tahun.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: